Pusaran yang dibuat Daren mengunci pergerakan serta semua indera miliknya. Valmera masih belum bisa melihat apapun. Kabut tebal keabuan ini benar-benar membuat penglihatannya tidak nyaman. Gadis itu lantas memilih menutup mata, sambil berulang kali berusaha tenang dan memikirkan segala cara untuk mengantisipasi apa yang akan Daren lakukan. Ketika kepala wainta tersebut sibuk berpikir, mendadak angin dingin terasa menusuk ke tulang-tulangnya. Ah, sepertinya tubuh ini sudah kembali normal. Ia juga bisa merasakan daratan bertemu dengan telapak kainya yang berbalut boot besi berhak selutut. Tanpa pikir panjang, ia membuka kelopak mata dengan cepat, dan yang terlihat selanjutnya membuat Valmera tidak bisa bernapas. Memang masa itu telah berlalu dengan cepat, tetapi setiap detail yang terlihat

