???

872 Kata

Alvin keluar dari mobilnya dan diikuti eshita. Banyak pasang mata menatap ke arah mereka. Terutama eshita. Ya wajar aja sih kecantikan eshita bisa di bilang bagaikan Dewi. Dengan tubuh tinggi dan badan yang ramping membuat ia semakin mendekati sempurna. Alvin berjalan mendahului eshita dan eshita berjalan di belakang Alvin. Mereka berjalan ke arah perpustakaan sekolah. "Udah kan? Aku tinggal" ujar Alvin dan akan meninggalkan eshita. Tangan eshita menahan kepergian Alvin. "Tunggu" ujar eshita. Alvin membalik kan badannya ke arah eshita. "Kenapa?" Tanya Alvin. "Makasih ya" ujar eshita lembut. Alvin menganggukkan kepalanya dan meninggal eshita. Alvin berjalan ke arah ruangannya, karena memang ia berangkat cukup pagi sekali. Bahkan ia belum sarapan. Ngomong sarapan Alvin jadi teringat Rei

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN