Reina meneguk ludah nya kasar. Dengan perlahan Reina membalikkan badannya. Seorang wanita cantik berdiri di pintu kamar mandi ruangan milik Alvin. Wanita itu mendekat kearah Reina. "Kamu beneran hamil?" Tanya eshita lagi. Reina menggigit bibir bawahnya ketakutan sekarang. "Hah? Kakak salah dengar mungkin" ujar Reina menutup i kegugupannya. "Dia anak nya Alvin?" Eshita memandang perut Reina tidak percaya. Reina berujar di dalam hatinya agar ia bisa kabur dari sini sekarang juga. Eshita tersenyum dan mengulurkan tangannya ke Reina. "aku eshita, jangan takut gitu" ujar eshita lembut. Reina menatap tangan eshita lumayan lama. Perlahan tangan Reina terulur untuk menjabat balik tangan eshita. "Aku Reina" ujar Reina dengan masih gerogi. "Kita duduk di sofa sana aja yuk?" Ajak eshita k

