Aira baru saja menjatuhkan bokongnya di salah satu kursi di kantin, hari ini sangat panas, bahkan Lia sudah memesan minum dobel. Aira hanya mengipaskan tangannya untuk mengurangi rasa panas ini, tapi terbukti cara itu tidak ampuh sama sekali, malah membuat tangannya pegal. "Nih." Aira tersenyum melihat Lia yang baru sampai setelah antrian untuk memesan jus ini. "Makasih Lia, baik deh," ucap Aira sambil menyeruput minumnya dengan ganas, uhggg, segerrrr... Lia mengangguk lalu ia mengalihkan tatapannya ke arah di belakang Aira, memang sekarang Aira itu duduk persis didepannya. Sama dengan Lia yang menatap fokus ke belakang, Aira juga mengalihkan tatapannya ke elang tubuhnya. Ahh, disana Edward sedang berjalan ke arah meja mereka dengan senyum songonnya. Itu membuat Aira mendengus. "

