Akhir bulan itu, Kris tidak pulang ke Jepang. Calvin juga sudah membatalkan semua rencananya. Soal pernikahannya yang batal, juga di katakan oleh Calvin secara gamblang kepada orangtua Kris. Di kantornya, Kris seperti robot. Dan Calvin hanya bisa miris melihatnya begitu setiap hari. "Bos?" Tegur Calvin. Kris menoleh, "Oh, maaf. Apa kau membicarakan jadwalku?" Calvin menggeleng. "Sudah aku duga kau tidak mendengarkanku dari tadi." "Maaf, aku tidak fokus. Jadi, apa yang kau bicarakan tadi?" Calvin terkekeh kecil, "Aku belum bicara apa-apa Bos. Yang barusan hanya untuk mengetes apa kau sedang melamun atau tidak." Kris hanya mengangkat kedua sudut bibirnya. Calvin memang selalu tahu bagaimana harus bertindak dengannya. Itulah yang membuat Calvin juga awet menjadi sekretaris pribadinya.

