Masa putih abu-abu adalah masa-masa yang paling indah bagi kaum remaja. Pada masa inilah, pembentukan karakter, gejolak asmara, hingga solidaritas pertemanan akan terasa sangat luar biasa.
Sama halnya dengan Jaegar Tunggal bernama Keelan Jaegar ini. Putra Tunggal Jaegar Sankara dan Kaleesha Arkhava Biantara sekaligus Eksekutor Penyerang Kaustra. Sikapnya yang loyal dan royal ini mampu membuatnya menjadi gandrungan kaum hawa, tak hanya itu, paras rupawan sekaligus latar belakang yang tidak bisa dianggap remeh mendukung Keelan untuk menjadi idaman.
Kaustra berisi empat pemuda dengan kepribadian berbeda. Ksatria pelindung Cakrawala, solidaritas mereka tidak bisa diragukan. Berawal dari sebuah bala bantuan yang terbentuk tanpa sengaja.
Seperti Kaiser Sadega, Putra Tunggal Nazeera Jasmine dan Issac Sadega. Pribadi yang mudah membaur dan paling dewasa diantara yang lain. Orang yang akan maju digarda depan untuk menahan amarah Keelan dibantu oleh Levi.
Berikutnya, Levi Kasaga Biantara, sosok yang paling tenang. Pembawaannya yang dewasa sesuai dengan martabatnya sebagai Wakil OSIS yang tegas. Meskipun, dikenal sebagai pribadi yang setenang lautan sehingga orang banyak yang mengira Levi adalah orang yang sangat sulit untuk di dekati, nyatanya Levi adalah orang yang sangat perasa dan mudah tersentuh.
Berbeda dengan Jovian Vandiego, yang paling lucu diantara mereka, Badut Kaustra katanya. Orang pertama yang selalu dicari ketika semua perempuan ditolak oleh Keelan. Jangan salah, meskipun demikian, Jovian adalah idaman, dia menguasai segala jenis love language, terlebih Jovian adalah bule Netherland.
"Jadi, dimana Elan?" tanya Kaiser. Kaustra hilang satu, Keelan tidak ada ditempat. Sedangkan sebentar lagi upacara akan dimulai.
"Masih tidurlah. Keelan datang pagi hujan badai." Jawab Jovian santai.
Levi sudah hapal tabiat Keelan yang selalu datang terlambat. Mereka semua tau, jarak rumah Keelan dan Cakrawala tidaklah jauh, hanya saja, Keelan selalu datang ketika jam pertama sudah berjalan. Macam-macam jenis hukuman sudah dirasakan oleh Jaegar Tunggal itu namun tidak ada satupun yang mampu membuatnya jera.
"Mau ke mana?" Tanya Jovian begitu melihat Levi berdiri.
"Ruangan OSIS, briefing. Jangan coba-coba bolos." Jawab Levi.
Kaiser tertawa kecil, "Briefing mulu kayak anggota dewan aja."
“Mending anggota dewan dibayar, lah Levi? Mengabdi setengah mati di Cakrawala cuma dapat hikmahnya aja.” Sambung Jovian sambil tertawa.