Raka melihat jam tangannya. Dua menit lagi bel MTs Darul Arifin, tempat adiknya bersekolah akan berdering. Dia tidak menunggu di dalam mobil. Raka keluar, bersandar di samping mobil. Beberapa wanita yang mungkin berusia kisaran anak kuliahan yang hendak menjemput adik mereka curi-curi pandang ke arahnya. Itu wajar jika mengingat ketampanan Raka yang dapat membius wanita mana pun. Kring! Bel sekolah dibunyikan. Anak-anak berlarian keluar dari kelas masing-masing menuju gerbang sekolah. Melihat Vika yang saat itu celingak-celinguk mencari penjemputnya, Raka melambaikan tangan ke atas, memberikan kode agar adiknya itu melihat ke arahnya. Saat Vika berhasil melihatnya, Vika tersenyum dan berlari kecil menghampiri Raka, memeluknya. "Adik Mas dah pulang." "Mas, makan di luar, yuk!" ajak Vi

