Waktu terus berjalan. Tak terasa hari ini sudah hari kesepuluh sejak peristiwa penahanan itu terjadi. Kalau mengingat bagaimana kejadian itu bisa berlaku, itu membuat Abira merasa lucu sebenarnya. Kenapa tidak? Empat orang berkumpul di tempat yang sama menjadi tawanan dari sosok perempuan yang berotak licik. Tapi, itu bisa menjadi sebuah kisah nantinya jika Abira menikah. Dia pasti akan menceritakan hal itu pada anaknya seperti ini, "Ibu dulu pernah diculik. Tau siapa yang datang menyelamatkan Ibu?" Lalu anaknya dengan wajah sangat antusias meminta jawaban. Abira akan menoleh pada Raka dan tersenyum menunjuknya. Abira terkekeh. Bagaimana bisa dia sudah membayangkan menikah dengan Raka? Ada-ada saja! Ini hari Minggu. Abira bangun seperti biasa saat azan subuh berkumandang. Rutinitas pagi

