"Tante tunggu di sana, ya. Doni bakal buka," ujar Doni di seberang sana. Monica mengangguk. Dia tak kuasa menahan air matanya untuk keluar. Rasa bahagianya saat mendengar suara Abira tak terlukiskan lagi, tak dapat lagi diukir dengan kata-kata. Anak yang sembilan bulan sepuluh hari bermukim di dalam kandungannya, hilang selama dua tanpa kabar, dan baru tadi Monica mendengar suaranya lagi. Monica tidak bisa bohong kalau dia takut kehilangan orang tercintanya. Tidak mau, Monica tidak mau itu terjadi kembali. Cukuplah Tuhan mengambil suaminya. Anaknya jangan. Mau dicari di mana kebahagiaan Monica setelah itu. Mereka semua disuruh Doni untuk berjalan ke timur sekitar seratus meter. Sepuluh meter lagi mereka sampai, pintu keluar untuk mobil terangkat. Lempeng besi datar setebal sepuluh sentim

