Memundurkan tubuhnya ketika dia membutuhkan pasokan udara, sebelum mereka memulai kembali. Namun Alden mengernyitkan kening setelah beberapa saat. Memikirkan tentang perjanjian yang mereka sepakati. Sebenarnya sih, sesuatu yang Eliona paksakan karena Alden sedikit setengah hati. Jadi, demi menepati itu Alden terpaksa mendorong bahu Eliona sebelum wanita itu kembali menyambar bibirnya. “Eliona… tentang kencan kita. Kenapa kau menciumku? Bukankah kau bilang tidak boleh ada seks yang terjadi?” Alden mendapati bibir Eliona yang terbuka sejenak sebelum akhirnya dia mengangkat bahu. Tak berdaya untuk memberikan jawaban pasti. Malah dia mencoba untuk memulai ciuman berikutnya lagi. “Eliona…” “Tidak apa-apa.” “Eliona, come on…” Melihat seberapa persistennya Alden, alhasil Eliona menghe

