Cross The Line

1177 Kata

Alden menggigit daun telinganya dengan gemas. Eliona mengerang, perutnya terasa dipenuhi kupu-kupu dan rasa panas layaknya magma menggenang seperti yang terjadi sepanjang hari. Eliona menggelengkan kepala tatkala mereka berdua terhuyung-huyung menaiki satu atau dua anak tangga sekaligus. Setengah melemparkan tubuh ke atas ranjang begitu mereka tiba di kamar Alden. Dengan jari-jari yang terampil, Eliona mulai meraba pinggang celana sang kekasih. Eliona merasa sangat senang karena setelah enam bulan, mereka berdua bisa dianggap ahli dalam melepaskan pakaian satu sama lain. Kepercayaan dirinya yang biasa tinggi entah bagaimana meleleh ketika Alden melepaskan pakaiannya, mengubahnya menjadi gadis penurut yang berharap menyukai penampilannya. Seperti yang seharusnya dia khawatirkan, dia men

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN