“Ms. Eliona?” Sang dokter memanggil nama si gadis malang yang tampak kesulitan bahkan untuk membuka matanya sendiri. Dia memegangi tubuhnya dengan erat. Berjuang melawan rasa sakit selama dua jam kurang lebih di asrama dan melewati perjalanan panjang hingga dia bisa tiba di rumah sakit. “Eliona… Eliona, dokter sudah kembali,” ujar seorang gadis dengan rambut pirang, dari penampilannya dia seusia dengan sang pasien. Gadis itu duduk disebelahnya sejak dia tiba di rumah sakit, mencoba untuk mendesak gadis yang terbaring di ranjang sambil menyentuh tangan sang pasien yang berdarah ke bahunya. Dari yang bisa sang dokter pahami atas keterangan si gadis berambut pirang. Dia adalah orang yang menemukan pasien di ruang loker dan berteriak sambil memegangi pasien untuk diberi pertolongan. Saat k

