“Itu bukan apa-apa, Alden. Aku hanya—” “Eliona! Ini terlihat seperti luka tikaman!” potong Alden lagi dengan penuh tuntutan. “Tidak, itu bukan—” “Kumohon jangan mengelak, Eliona. Tolong… katakan padaku apa yang terjadi.” Seluruh dunia Eliona mendadak berubah. Seolah dia tidak berada dikediamannya, seolah segalanya berputar tak tentu arah. Dia seakan tak bisa membedakan masa kini dan masa lalu. Namun terlepas dari pada seluruh isi kepala yang berhamburan, Eliona tahu bahwa ini adalah kesempatannya. Peluang untuk menceritakan semuanya kepada Alden karena dia juga berhak tahu. Seperti yang pernah Revana berulangkali katakan kepadanya sebagai pengingat. Tapi Eliona hingga kini tidak mengatakan apapun, karena dia tahu bahwa kabar itu mungkin akan menyakitinya. Memberinya luka baru denga

