Pertanyaan Eliona terhenti disitu ketika Alden tiba-tiba saja mendorong dirinya untuk maju. Bibir pria itu melumat bibirnya, sementara lengannya mendorong Eliona hingga punggungnya terantuk di dinding dekat pintu. Eliona tidak menutup mata ketika pria itu memagut bibir bawahnya, pandangannya mendadak berwarna kelabu. Kedua mata Alden mulai terpejam. Suara parau sang pria dapat dengan mudah indra Eliona tangkap dengan tajam. Eliona mengecap, merasakan dan mendengar bagaimana pria itu menggeram. Alden menyusurkan lidahnya di bibir Eliona, menghisap lembut lalu kembali melepaskannya dengan kejam. Eliona menyadari bahwa ini bukan ciuman, ini lebih seperti sedang mencoba menggali perasaan yang karam. Dan dengan jelas pria itu seakan mengiyakan sekaligus menariknya dalam j*****m. ‘Persetan s

