Bab 28

1514 Kata

Bab 28Menahan amarah memang bukan hal mudah, tapi untuk seorang Bara entah mengapa bisa melakukan hal itu dengan baik. Tepat setelah turun dari kendaraan berwarna abu-abu, Bara memasuki rumah dengan senyum tipis. Laki-laki itu langsung menggendong Binar yang berlari untuk menyambutnya. Bara pun masih tersenyum ketika pandangannya bertemu sang istri yang langsung menunduk begitu melihatnya. Menyerahkan tas pada perempuan itu, dia lantas berjalan ke arah ibunya yang sepertinya baru dari dapur. “Pagi banget, Bang?” Bara mencium punggung tangan perempuan tersayangnya. “Kangen istri.” Dewi sampai mengerjap beberapa kali setelah mendengar kalimat itu. Benarkah yang berada di depannya ini adalah anak sulungnya? Sejak kapan Bara bisa mengeluarkan kalimat seperti itu? Sementara itu Ganiya lang

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN