Bab 29Selama ini Bara selalu berusaha agar tidak sampai membuatnya ibunya bersedih, baginya air mata kesedihan perempuan itu adalah sebuah pukulan telak. Namun, sekarang sepertinya bertambah lagi daftar seseorang yang tidak ingin melihat air matanya. Ganiya, perempuan yang tengah menelungkupkan kepala di atas tangannya yang terletak di meja makan sampai tidak menyadari kehadirannya karena sibuk menangis. Dari mana dia tahu? Semuanya terlihat jelas, bahu Ganiya yang bergetar, suara isak tangis sampai suara batuk yang terdengar lirih menandakan jika perempuan itu menangis cukup lama. Bara meletakkan barang yang dibawa di atas meja, meskipun gerakannya sangat pelan, tapi berhasil membuat istrinya tersentak sehingga mengangkat kepala. Rasanya dia ingin memaki dirinya sendiri melihat betapa

