Tidurlah Disini

1005 Kata

Maia mengumpat dalam hatinya akibat Bagas yang menciumnya tanpa permisi di depan umum. Ia sungguh malu saat itu, apalagi disana ada kedua orang tua Bagas serta beberapa kerabat Bagas lain yang menyaksikannya. Berbeda dengan Maia, Bagas terlihat cuek. Ia memasang wajah coolnya, seolah ciuman itu tak berpengaruh terhadapnya. Maia bertambah kesal melihatnya. "Ck! Dia benar-benar keterlaluan ya! Huh!" desisnya dalam hati. Saat semua tamu lain sibuk makan, Maia beranjak dari tempat duduknya hendak pergi ke toilet. Dia sengaja berlama-lama di dalam toilet untuk menenangkan hatinya yang entah mengapa terasa aneh setelah Bagas menciumnya. Hampir dua puluh menit, akhirnya Maia keluar dari toilet. Dan betapa terkejutnya ia melihat Bagas berdiri di depan pintu toilet menunggunya. Dengan wajah

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN