Jangan Pergi Dulu

1000 Kata

Bagas dengan sigap menghalau tangan Maia dan menggelengkan kepalanya. "Aku hanya flu saja." Dia bangkit dari tempat duduknya dan masuk ke dalam kamar untuk bersiap. Maia mengikuti langkahnya dari arah belakang memperhatikan pergerakannya yang lambat. Maia berinisiatif membuatkan Bagas teh hangat dan menyiapkan obat flu yang setiap saat ia bawa. "Teh untuk siapa, Nyonya?" Suara itu adalah milik Jo, entah sejak kapan pria itu sudah berada dalam kamar hotelnya. Maia sedikit menoleh lalu melangkah mendekat dengan secangkir teh di tangannya. "Bagas, dia sedang flu, Jo. Semalam dia tidur di ruang tamu dengan suhu AC yang terlalu dingin. Dan paginya aku melihat dia bersin-bersin." Jo menganggukkan kepala dan mengulum senyum, dia lantas pergi menemani Zack dan Zea yang sedang asik menonton fi

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN