CHAPTER 65

1110 Kata
Tepat pada hari ini adalah hari dimana awal tour luar kota yang diadakan spesial karena dies natalis SMA Nusa Bangsa dimulai. Pada pukul 2 dini hari, gadis bernama lengkap Savana Arabella itu sudah mulai bersiap untuk packing barang-barang yang akan gadis itu bawa selama liburan berlangsung. Savana yang memang masih hanya sendirian di rumah jelas saja harus mempersiapkan semuanya sendiri. Gadis itu benar-benar harus mengecek setiap detail barang-barang yang memang harus gadis itu bawa. Savana akan benar-benar memastikan bahwa tidak ada satu barang pun yang akan tertinggal. Ngomong-ngomong, kejadian saat dimana Savana yang tiba-tiba saja dijemput oleh Geo di cafe waktu itu baru berlangsung kemarin lusa. Entah kenapa, semenjak kejadian itu atau lebih tepatnya semenjak Savana dan Geo memulai belajar bersama mereka, Geo mendadak menjadi terlihat lebih perhatian dengan Savana. Salah satu buktinya adalah kejadian yang baru saja disebutkan, yaitu kejadian di malam saat Geo yang dengan rela pergi ke tempat yang jauh dari rumahnya hanya untuk mencari keberadaan Savana yang malah ternyata sedang berada di cafe yang ada di dekat rumah cowok itu. Malam itu, Geo benar-benar terlihat sangat mengkhawatirkan Savana. Cowok itu bahkan sempat mengomeli Savana sebentar saat mereka berada di perjalanan pulang. Ya, Savana benar-benar diantar pulang oleh Geo, sampai di depan rumah gadis itu dengan selamat. Setelah memastikan Savana sudah sampai di rumahnya dengan selamat. Geo langsung berlalu begitu saja meninggalkan Savana. Cowok itu sama sekali tidak berniat untuk mengunjungi rumah Reno terlebih dahulu yang notabenenya adalah sahabat cowok itu. Savana tidak berani memberikan komentar apapun tentang hal itu. Savana takut Geo akan marah atau tersinggung dengan ucapannya dan hal itu malah bisa memicu sesuatu kejadian yang buruk. Savana tidak mau memperkeruh suasana hati Geo yang mulanya sudah baik-baik saja menjadi kembali penuh emosi saat berada didekatnya, saat dengan dirinya. Lagipula, Savana sendiri juga tidak mau membuat Reno kembali dalam suatu posisi yang sangat menyulitkan. Gadis itu tidak ingin membuat Reno kembali kesulitan karenanya. Savana tidak ingin kembali merepotkan Reno. Sudah cukup selama ini hidup Savana terus saja bergantung pada Reno dan keluarganya. Kini Savana tidak ingin lagi. Savana akan mencoba untuk benar-benar hidup mandiri. Dia tidak ingin merepotkan orang-orang disekitarnya. Reno juga punya kehidupannya sendiri, kehidupan cowok itu bukan hanya melulu soal Savana saja. Namun, kelak Reno juga memerlukan pasangan hidupnya. Dan saat itu tiba, Savana memang benar-benar terpaksa harus di pukul mundur. Dan sebelum hal itu terjadi, alangkah baiknya Savana lebih memilih untuk mulai mundur secara perlahan, menjauh dari Reno. Bukan menjauh dalam artian gadis itu tidak ingin berdekatan dengan Reno dan tidak ingin berteman lagi dengan cowok itu. Namun maksud dari mundur di sini adalah Savana akan lebih memberikan jarak antara dirinya dan Reno. Gadis itu tidak akan membiarkan Reno masuk terlalu dalam pada kehidupan pribadinya lagi. Biar masalahnya, akan gadis itu selesaikan sendirian saja. Tanpa bantuan sosok Reno lagi. Namun meskipun begitu, Reno tetaplah Reno yang merupakan sahabat baik Savana. Hingga kapanpun itu. Tak terasa, sudah lebih dari satu jam Savana mem-packing barang-barangnya. Hingga jam sekarang sudah hampir menunjukkan pukul setengah 4 pagi. Setelah memastikan semua barang-barangnya sudah tertata rapi di dalam tas yang akan dia bawa untuk liburan nanti, Savana lalu beranjak untuk pergi ke kamar mandi dan melakukan ritual mandinya. Savana akan bersiap dengan cepat. Bus akan berangkat pada pukul 5 pagi dan tempat berkumpulnya mereka ada di lapangan SMA Nusa Bangsa. Akan ada sepatah dua patah sambutan dari kepala sekolah dan kepala panitia dari acara ini sebelum mereka berangkat untuk berlibur. Untuk hari ini, Savana sendiri akan menggunakan kendaraan umum untuk berangkat ke sekolah. Ah, atau lebih tepatnya gadis itu akan menggunakan aplikasi ojek online dan memesannya lewat sana. Gadis itu tidak akan berangkat bersama dengan Reno kali ini. Karena sebelumnya mereka sendiri juga belum janjian untuk berangkat bersama. Reno sendiri juga sama sekali tidak ada mengirimkan pesan kepada Savana dan mengajak gadis itu untuk berangkat bersama. Jadi, Savana simpulkan bahwa kali ini dia tidak akan berangkat bersama Reno. Gadis itu akan berangkat sendiri. Kan, siapa tahu juga kalau Reno ingin menjemput Lula dan mengajak gadis itu untuk berangkat bersama mengingat Reno yang memang sedang melakukan pendekatan dengan Lula, gadis yang merupakan sahabat baik Savana. Savana sih, senang-senang saja mengetahui hal itu. Setidaknya, kedua sahabatnya bisa menjadi dekat, atau bahkan syukur-syukur kalau mereka benar-benar akan berhasil menjadi sepasang kekasih kelak. Savana akan ikut senang mendengarnya, gadis itu juga tidak sabar untuk mendengarkan berita baik itu. Tak membutuhkan waktu lama untuk Savana bersiap-siap. Gadis itu hanya membutuhkan total waktu sekitar setengah jam saja untuk selesai bersiap, benar-benar siap semuanya. Jelas saja, karena gadis itu saja hanya tampil sederhana seperti biasanya. Gadis itu tidak memakai banyak aksesoris pada tubuhnya. Gadis itu juga tidak memakai pakaian yang merepotkan yang bermodel macam-macam. Kini, gadis itu hanya tampil dengan pakaian dan juga sepatu casual yang melekat pada tubuh dan kakinya. Savana mengikat rambutnya keatas, ikatan yang biasa disebut kuncir kuda. Gadis itu juga hanya memakai bedak tipis pada wajahnya dan jangan lupakan gadis itu yang juga memakai liptint tipis yang berwarna senada dengan bibirnya. Hanya itu saja. Tidak lebih dan tidak kurang. Setelah dirasa cukup, Savana kemudian meraih ponselnya yang ada di meja yang ada di depannya. Gadis itu akan memesan ojek online sekarang. Posisinya, sekarang Savana sudah berada di teras rumahnya, gadis itu kini melangkahkan kakinya menuju kearah pagar rumahnya, membuka pagar tersebut, kemudian keluar dari area rumahnya. Tangan gadis itu masih bergerak dengan lincah diatas ponsel yang sedang digenggamnya. Hingga detik ini, gadis itu masih sedang berusaha mencari ojek online dengan ponselnya. Gadis itu mengalami kesulitan untuk menemukan ojek online di sekitarnya karena jam yang masih menunjukkan pukul 03.55 WIB. Savana berdiri di depan pagar rumahnya yang tadi sudah sempat gadis itu kunci dengan gusar. Gadis itu tiba-tiba saja merasa sedikit panik sekarang. Takut gadis itu akan telat untuk datang tepat waktu ke sekolah. Padahal, masih ada banyak waktu yang tersisa. Mata gadis itu mengalihkan pandangannya sejenak dari layar ponselnya untuk menatap kearah rumah yang ada di samping rumahnya. Benar, itu rumah Reno. Di rumah cowok itu, masih terlihat sepi, pintu serta pagar rumahnya pun masih tertutup dengan rapat. Ah, entahlah, sepertinya Reno belum selesai bersiap. Faktor tidak ada Mamanya do rumah, pasti cowok itu juga sedang merasa kesulitan sekarang. Savana sebenarnya ingin membantu, tapi ragu. Akhirnya gadis itu memilih untuk tetap berdiam diri di tempatnya. Dan kembali menatap ke layar ponselnya, kembali berusaha menemukan ojek online. Sampai tiba-tiba saja, tak lama setelah itu, sebuah mobil berhenti tepat di hadapan gadis itu. Mobil yang sangat asing di mata Savana karena Savana belum pernah melihatnya sebelumnya. Namun, seseorang di balik kemudi itu adalah orang yang sangat Savana kenali. Dan fakta tentang itu, berhasil membuat Savana terkejut bukan main. Apakah ini mimpi untuk Savana?
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN