CHAPTER 24

1094 Kata
Koridor sekolah saat ini nampak sangat sepi, mengingat kegiatan belajar mengajar sedang berlangsung di kelas masing-masing. Reno, cowok itu terlihat berjalan di tengah sepinya koridor sekolah. Cowok itu terlihat sedang mencari seseorang. Terbukti dari kepala cowok itu yang terus saja menengok ke kanan dan ke kiri. "Sial! Kemana juga si Aldi bawa Geo," ujar Reno menggerutu kesal. Benar, Reno saat ini memang sedang mencari keberadaan Aldi dan Geo. Setelah tadi cowok itu menitipkan Savana kepada Lula agar gadis itu bisa menjaga Savana. Reno memutuskan untuk segera pergi meninggalkan lapangan, mencari kedua sahabatnya yang belum juga kembali. Entah kemana mereka. Yang jelas, itu pasti adalah ide dari Aldi. Reno tak dapat menebak apa yang ada di pikiran Aldi saat ini, kemana cowok itu bisa membawa Geo pergi. Mengingat Geo sangat sulit sekali untuk bisa di tipu. Dan dengan mudahnya, kali ini Aldi berhasil menipu Geo. Padahal, Reno tadi jujur saja takut jika Aldi gagal membawa Geo pergi dari lapangan sekolah. Namun bukankah kenyataannya, tak semudah itu untuk membawa Geo pergi? Aldi tadi juga bahkan merasa kesulitan. Cowok itu juga cukup di buat deg-degan menunggu jawaban persetujuan dari Geo. Menghela nafas lelah, Aldi akhirnya memutuskan untuk kembali ke lapangan lagi, dan menunggu Aldi serta Geo di sana. Sementara itu, Aldi dan Geo terlihat berjalan keluar dari dalam loker kelas 11. Mereka nampak sudah selesai dengan urusan Aldi yaitu mengecek seragam cowok itu di dalam lokernya. Dan hasilnya, ternyata seragam Aldi sudah ada di sana, tidak ketinggalan di kamar mandi sekolah atau lebih spesifiknya kelas 11. Ah, jelas saja. Bukankah tadi itu memang Aldi hanya mencari alasan saja? Aldi sedari tadi cengengesan tak jelas di sebelah Geo, merasa tak enak kepada cowok itu. Meskipun Aldi tadi memang hanya mencari alasan saja agar bisa membawa Geo pergi dari lapangan sesuai dengan apa yang Reno minta, namum rasa tak enak hati itu pasti ada. Apalagi saat melihat seragamnya ada di dalam loker tadi, Aldi seperti sedang tertangkap basah karena hanya membuat alasan saja kepada Geo. Namun, entah sial atau beruntungnya, Aldi sama sekali tidak mendapatkan satu katapun hujatan dari Geo. Cowok itu hanya diam lalu berjalan pergi meninggalkan dirinya di loker kelas 11. Aldi yang saat itu melihat Geo berjalan keluar menjauhinya pun segera menyusul cowok itu, dan jadilah seperti sekarang. Mereka berjalan bersebelahan. "Maaf Ge, gue kan lupa. Tadi kesana juga buat pastiin kan," ujar Aldi mengawali, meminta maaf. "Jadi kemungkinan kalau gue lupa udah taruh seragam di situ pasti ada kan," lanjutnya lagi, tak mau membuat Geo kesal dengannya. Geo sama sekali tak menanggapi, cowok itu terus saja berjalan dengan menatap ke depan. Tak menghiraukan Aldi yang terus berceloteh di sebelahnya. Aldi saat ini benar-benar merasa seperti antara ada dan tiada. Itulah kenyataannya. "Ge, lo marah sama gue Ge?" tanya Aldi lagi kemudian. Merasa tak puas karena sama sekali tak mendapatkan jawaban dari Geo. "Yah, masa lo ngambek sama gue Ge? Gak elit banget ngambek sama temen, apalagi kita nih lakik loh," katanya lagi, masih berusaha mendapatkan atensi Geo. "Sialan Reno! Ini dia udah selesai belum sih? Gue udah gak bisa tahan Geo lebih lama lagi," batin Aldi merasa gelisah. Mata cowok itu melirik Geo sedikit. Kemudian batinnya kembali berperang. "Ah bodo amat! Gue gak peduli. Bisa mampus gak dapat contekan gue kalo Geo ngambek sama gue kaya gini. Biar Reno aja dah yang ngurus," batin cowok itu lagi. Ah, Aldi saat ini benar-benar merasa seperti sedang membujuk pacarnya yang sedang ngambek karena dirinya yang melakukan suatu kesalahan kecil. Aldo terus saja berceloteh, meminta maaf kepada Geo, dan sesekali berusaha menghibur cowok itu, berusaha membuat Geo tertawa meskipun usahanya sama sekali tidak mendapatkan hasil. Namun percayalah, baik Geo ataupun Reno, keduanya sangat berharga untuk hidup Aldi. Mereka masing-masing memang sangat berharga di hidup masing-masing dari mereka. Seperti Geo yang berharga untuk Aldi dan Reno, Reno pun juga berharga untuk Aldi dan Geo. Aldi sendiri juga berharga untuk Reno dan Geo. Mereka bersahabat sangat dekat. Seperti halnya Savana yang bersahabat dekat dengan Reno, mereka pun sama seperti itu. Maka dari itu, Geo yang biasanya sangat tidak peduli dengan sekitarnya, tiba-tiba cowok itu bisa menjadi sangat peduli tentang Savana yang terus saja menempel pada Reno. Tolong jangan bilang kalau Geo cemburu karena cowok itu suka dengan Reno. Tidak. Itu sama sekali tidak benar. Geo benar-benar masih suka manusia yang satu spesies dengan Savana. Dia tidak suka dengan manusia yang satu spesies dengannya. Geo hanya takut saja kalai Savana akan memanfaatkan temannya, Reno. Ah, hidup Geo terlalu di bawa serius, cowok itu nampak hampir tak pernah bisa bersenang-senang. Hingga persoalan seperti itu saja Geo sangat mengkhawatirkannya. Padahal, bukannya itu bukan urusan Geo? Tak terasa, Geo dan Aldi akhirnya sampai di lapangan sekolah juga. Dan tanpa menunggu waktu lebih lama lagi, Reno tiba-tiba muncul dan menghampiri mereka berdua. Atau lebih tepatnya menghampiri Geo. "Reno anjing! Geo jadi ngambek sama gue!" semprot Aldi langsung memaki Reno saat Reno sudah berada di hadapan Aldi dan Geo. Reno melirik Aldi dan menatap cowok itu dengan tatapan bingungnya yang sangat terlihat jelas di mata Aldi. "Nih! Lo yang tanggungjawab ya! Geo marah sama gue gara-gara lo pokoknya!" lanjut cowok itu kemudian dengan nada kesalnya. Reno sebenarnya masih dibuat cukup bingung dengan perkataan Aldi, namun Reno mencoba untuk tidak menganggapinya dulu karena masih ada urusan yang penting antara dirinya dengan Geo. Yang jelas, Reno cukup tahu kalau yang di maksud Aldi dalam ucapannya adalah tentang permintaannya yang meminta Aldi membawa Geo pergi dari lapangan tadi. "Lo diem dulu deh Al mending," ujar Reno pada Aldi. "Beneran deh, ntar gue urus itu. Sekarang gue masih ada urusan yang lebih serius sama Geo," kata cowok itu lagi kemudian. Aldi seketika terdiam. Merasa bahwa memang ada suatu hal yang serius ingin dibicarakan Reno kepada Geo, cowok itu masih cukup tahu situasi. "Ya udah, mendingan lo bawa Geo pergi dari lapangan deh, jangan ngomong di lapangan kalo urusannya penting. Lagi rame banget soalnya," ujar Aldi memberi saran yang langsung di angguki Reno. "Ayo, lo ikut gue dulu Ge," ujar Reno pada Geo yang hanya di balas dengan anggukan singkat saja dari Geo. Lalu, keduanya benar-benar meninggalkan lapangan berdua. Aldi sempat terdiam sejenak di tempatnya melihat kepergian Geo dan Reno dari lapangan. Namun tak lama setelahnya, Aldi segera berlari untuk mengejar kedua temannya itu. Aldi takut, kalau ada sesuatu yang terjadi di antara mereka dan tidak ada siapapun disana, mereka tidak akan ada yang memisahkan. Dan Aldi, akan memiliki peran pihak netral saat ada di tengah-tengah mereka. Aldi yang akan menenangkan dan mendamaikan mereka. Ya, kalau saja mereka sampai bertengkar. "Gue ikut kalian! Gue di pihak netral!" ujar Aldi setengah berteriak.
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN