Reno dan Geo saat ini sedang berdiri di samping perpustakaan yang letaknya tepat berada di sebelah lapangan dengan Aldi yang juga berdiri di sekitar sana dengan jarak yang hanya terpaut sekitar 5 langkah saja dari tempat Geo dan Reno berdiri. Sebenarnya, Reno memang sengaja mengajak Geo ke perpustakaan ini mengingat perpustakaan ini yang letaknya tepat di sebelah lapangan. Jadi, mereka tidak perlu khawatir kalau saja tiba-tiba guru olahraga yang akan mengajar kelas mereka sudah datang. Karena dari tempat mereka berdiri sekarang, suasana ramainya lapangan dan siapa-siapa saja yang berada di lapangan masih terlihat cukup jelas. Dan itu jelas saja sangat membantu mereka.
Pandangan Reno saat ini sedang terfokus pada laki-laki yang berdiri tepat di hadapannya. Benar, dia Geo. Sementara Geo, cowok itu nampak menatap Reno dengan tatapan datarnya. Geo sendiri cukup dibuat merasa bingung ketika Reno tiba-tiba mengajaknya menjauh dari lapangan lagi. Seperti apa yang tadi cowok itu perintahkan kepada Aldi.
Sebenarnya, ada apa dengan Reno? Kenapa semenjak gadis bernama lengkap Savana Arabella itu datang, Reno berubah menjadi aneh seperti sekarang? Setidaknya, pemikiran itulah yang saat ini terlintas di kepala Geo.
Reno terdengar menghela napasnya berat sebelum mulut cowok itu terbuka, berniat membuka suaranya setelah beberapa saat cowok itu hanya diam saja sembari menatap Geo dengan tatapan yang sulit di artikan.
"Ge, gue mau langsung to the point aja karena gue tahu lo juga gak pernah suka sama basa-basi," ujar Reno terlebih dahulu, mengawali. Geo sebagai lawan bicaranya nampak belum memberikan respon apapun. Tatapan cowok itu masih sama datarnya, tubuh cowok itu juga masih berdiri tegak di tempatnya, tak ada pergerakan sama sekali.
Sementara di sisi Aldi, saat cowok itu mendengar suara Reno, dia perlahan berjalan mendekat kearah dimana Geo dan Reno berdiri. Pergerakannya itu sama sekali tak mendapatkan tanggapan apapun baik dari Reno ataupun Geo. Sepertinya, kedua laki-laki itu sedang serius sekarang. Ah, Aldi sendiri cukup tahu bahwa apa yang akan dibicarakan Reno mungkin memang sangat penting untuk cowok itu, terbukti dari raut wajah Reno yang terus saja terlihat serius. Padahal biasanya, Reno masih sama seperti dirinya yang suka bercanda satu sama lain. Tak seserius sekarang.
"Gue benar-benar minta tolong dengan sangat sama lo. Tolong banget Ge, lo jangan pernah ngomong terlalu keras kaya tadi kalo lagi ada Savana," pinta Reno dengan tatapan matanya yang mulai melemah. Reno benar-benar serius saat memohon saat ini, membuat Geo yang di mintai tolong seperti itu mengernyitkan dahinya bingung. Sama halnya dengan Aldi yang juga bingung dengan permintaan Reno yang cukup aneh dan terkesan sangat tiba-tiba menurutnya.
Namun, kalau diingat-ingat lagi, tadi Savana memang terlihat kurang baik saat mendengar teriakan dari Geo, Aldi bisa melihatnya dengan jelas. Atau, mungkin memang ada hubungannya dengan itu?
"Apa alasannya?" tanya Geo setelah sekian lama terdiam. Cowok itu kembali memasang raut wajah datarnya.
Geo tetaplah Geo. Laki-laki yang tidak peduli dengan sekitarnya. Kecuali kepada keluarga dan sahabatnya.
"Gue gak bisa cerita secara jelasnya Ge. Tapi gue mohon beneran, jangan kaya gitu lagi," ujar Reno kembali memohon. Cowok itu terlihat enggan menceritakan kepada Geo tentang apa yang sesungguhnya terjadi. Tentang Savana yang sebenarnya memiliki trauma di masa lalunya dengan suara keras seperti bentakan atau teriakan. Karena Reno rasa, Geo tak perlu mengetahui perihal itu. Geo tidak dekat dengan Savana dan Reno pun tahu kalau percuma saja memberitahu Geo perihal trauma Savana yang satu itu. Karena dapat Reno tebak bahwa Geo sama sekali tak akan mempedulikannya.
Lantas, saat Reno sudah mengetahui perihal itu, kenapa dia harus repot-repot memberitahu Geo? Bukankah itu adalah hal yang sangat sia-sia?
Lagipula, itu adalah masalah pribadi Savana yang bahkan mungkin juga termasuk aib untuk gadis itu. Bahkan juga ada sedikit aib keluarga Savana pada cerita itu. Jadi, bukankah itu semakin membuat Aldi enggan menceritakannya kepada Geo? Karena Aldi pun tak memiliki hak untuk bercerita kepada Geo mengenai hal itu.
"Ada beberapa atau mungkin banyak hal yang gak lo tahu tentang dia Geo, jadi gue mohon dengan sangat. Tolong, turuti apa kata gue yang satu ini," ujar Reno lagi menambahkan, masih berusaha meyakinkan Geo. "Maaf karena gue gak bisa banyak kasih tahu lo tentang dia, karena gue pun juga tahu lo gak pernah peduli sama dia, apalagi dia cuma orang yang baru aja lo kenal," lanjut Reno lagi kemudian.
"Maaf juga karena gue gak bisa kasih tahu lo lebih spesifik lagi tentang alasannya. Karena gue rasa, gue gak berhak kasih tahu ke lo Geo, itu bukan suatu hal yang baik, yang bisa gue ceritain ke orang-orang," tambahnya lagi. Reno lalu mengalihkan pandangannya dari Geo untuk menatap kearah lapangan. Lebih tepatnya, Reno saat ini tengah menatap Savana yang masih duduk di tempatnya tadi, kali ini bukan lagi bersama dirinya ataupun Aldi. Melainkan gadis itu sedang bersama sahabatnya, Lula.
Reno tersenyum tipis melihat Savana yang tertawa lepas saat mengobrol bersama dengan Lula. Entah apa yang mereka bahas, namun hanya dengan melihat Savana tertawa lepas seperti itu, Reno sudah cukup tenang, dia sudah cukup bahagia. Sesederhana itu.
Semua gerak-gerik Reno sedari tadi yang memandangi Savana dengan senyumannya, tak luput dari pandangan Geo dan Aldi. Kedua cowok itu sedari tadi menatap Reno dengan lekat. Baik Geo ataupun Aldi, mereka sama-sama sadar bahwa Reno benar-benar sesayang itu dengan Savana. Entah sebagai apa, mereka tak ada yang tahu.
Aldi sendiri tak heran melihat Reno yang begitu menyayangi Savana. Bahkan dirinya saja yang baru mengenal Savana langsung bisa dibuat sayang oleh gadis itu. Tingkah dan wajah Savana yang menggemaskan membuat Aldi menganggap Savana seperti adiknya sendiri. Meksi usia mereka hanya terpaut satu tahun saja. Apalagi Reno yang sudah lama mengenal gadis itu?
"Gue cuma mau minta itu aja sama lo Geo," ujar Reno untuk terakhir kalinya sebelum berjalan pergi meninggalkan Aldi dan Geo di samping perpustakaan. Reno memutuskan untuk kembali lagi ke lapangan sekolah.
Tidak, Reno tidak akan menghampiri Savana saat ini, cowok itu akan bersama dengan teman-teman kelasnya saja.
Setelah kepergian Reno yang meninggalkan Aldi berdua dengan Geo, Aldi memutuskan untum berjalan mendekati Geo yang masih juga menatap langkah demi langkah Reno dengan lekat.
"Gue bisa lihat sebesar apa rasa sayang Reno ke Savana Ge," ujar Aldi sembari menatap Savana yang masih asik mengobrol dengan Lula. Mendengar perkataan Aldi, sontak Geo langsung mengalihkan pandangannya untuk menatap sumber suara, Aldi.
"Savana punya daya tarik tersendiri yang gak dipunyai cewe lain yang selama ini gue temuin Ge," kata Aldi lagi, kembali menambahkan dengan tatapan matanya yang masih tak lepas dari Savana. "Gue aja yang baru kenal dan ketemu Savana langsung dibuat suka sama dia, apalagi Reno yang jadi teman kecilnya? Gue gak heran sih kalau Reno beneran sesayang itu sama Savana," tambah cowok itu lagi kemudian. Kali ini, Aldi beralih untuk menatap Geo yang masih terdiam di tempatnya.
"Tapi meski begitu, gue juga tahu kalau Savana suka sama lo Ge, gue bisa lihat dari pancaran matanya," timpalnya dengan menatap Geo serius. "Tapi sayangnya, gue sendiri juga tahu kalau lo punya banyak niat buruk di otak lo tentang Savana. Dan gue beneran gak suka dama hal itu Geo," Aldi berujar dengan nada suara pelan yang sarat akan ketidaksukaan yang kental.
Lantas, Geo harus apa sekarang? Aldi ternyata juga mengetahui tentang niat buruknya. Begitupun dengan Reno yang sudah pasti sudah menduganya.
Setidaknya untuk saat ini Geo hanya mampu terdiam di tempatnya, tak mampu mengelak ataupun menyangkalnya.
Karena apa yang Aldi katakan adalah sebuah kebenaran yang tak mungkin untuk di akuinya. Setidaknya untuk saat-saat seperti sekarang ini.