Menjaga Savana adalah sebuah hal yang sudah biasa Reno lakukan semenjak cowok itu masih di usia yang sangat muda. Semenjak mengenal Savana, Reno merasa dunianya memang akan terus berputar tentang gadis itu. Keinginan untuk melindungi Savana begitu kuat sampai Reno pun selama ini belum pernah memiliki satu orang pacar pun.
Banyak orang atau lebih tepatnya siswa di SMA Nusa Bangsa yang mengira Reno sama seperti Geo yang tak suka didekati dengan para gadis. Katanya, Reno sama sekali tak berniat untuk berpacaran. Pasalnya, selama ini Reno memang sama sekali tak pernah terlihat dekat atau bersama dengan seorang gadis. Baru kali ini saja, saat kedatangan Savana.
Saat mendengar perkataan siswa-siswi di sekolahnya yang mengatakan hal seperti itu tentang dirinya, Reno jujur saja sama sekali tak merasa terganggu. Cowok itu juga tak ingin menyangkalnya. Karena apa yang mereka katakan memang benar, tak sepenuhnya salah.
Reno memang tidak suka didekati dengan para gadis. Reno juga tidak sedang tertarik dengan satu hal yang biasa disebut 'pacaran', ya setidaknya itu untuk saat ini.
Sejak dulu fokus Reno memang hanya berpusat kepada Savana. Cowok itu selalu memprioritaskan kebahagiaan Savana terlebih dahulu di atas segala yang dia miliki. Dia pun tak pernah segan berbagi kasih sayang orang tuanya kepada Savana mengingat gadis itu memang sangat membutuhkannya.
Reno tak masalah bahkan dia malah ikut sangat berbahagia saat orang tuanya mengatakan bahwa mereka sudah menganggap Savana seperti anaknya sendiri, sama seperti Reno. Karena dengan begitu, Reno bisa membuat Savana senang.
Segala usaha telah dilakukan Reno hanya untuk membuat Savana bahagia dan terus merasa terlindungi karena kehadirannya. Dan hal itu juga akan Reno lakukan di hari-hari selanjutnya. Sekalipun pada hari-hari selanjutnya, Savana sudah memiliki sosok lain yang mengambil perannya. Reno tak akan pernah lepas pengawasan terhadap gadis itu.
Rasa sayang Reno kepada Savana tidak bisa dijabarkan seberapa besarnya. Pun dengan Savana yang juga sama sayangnya kepada Reno.
Rasa sayang itu, tidak bisa diartikan sebagai hal lain selain rasa sayang sebagai sahabat dan rasa sayang sebagai saudara. Begitulah kenyataannya. Reno sama sekali tak menaruh perasaan apapun kepada Savana, pun juga dengan sebaliknya. Savana tak menaruh suatu perasaan apapun kepada Reno.
Reno sudah menganggap Savana seperti adiknya sendiri, yang memang harus benar-benar cowok itu lindungi. Dan Savana juga menganggap Reno sebagai Kakaknya yang sangat menyayanginya.
Dengan begitu, Reno berjanji pada dirinya sendiri. Selama nafas dia masih bisa berhembus dengan normal, Savana akan selalu menjadi adik kecilnya yang harus selalu dia lindungi keselamatannya dan dia bahagiakan hari-harinya.
Perlu diketahui bahwa Reno sangat membenci fakta bahwa salah satu sahabat cowok itu begitu membenci kedatangan Savana di hidupnya setelah satu tahun mereka berpisah.
Tentu saja, sekarang yang sedang dibahas adalah mengenai Geo. Cowok itu sama sekali tak menutupi rasa tidak sukanya saat melihat kedatangan Savana di hidup Reno kembali.
Geo juga memiliki peran penting di hidupnya selama satu tahun belakangan. Baik Geo ataupun Aldi, keduanya sama-sama memberikan cowok itu pengalaman baru yang belum pernah dia rasakan dan lakukan.
Reno yang dulu sama sekali tak memiliki teman lain selain Savana. Cowok itu memang benar-benar hanya fokus kepada Savana dan menolak untuk terlalu dekat dengan temannya yang lain, bahkan yang satu spesies dengan Remo sekalipun. Karena cowok itu sendiri bahkan selalu berada dan stay di samping Savana. Bahkan ketika mereka berada di dalam kelas. Karena mereka selalu berada di kelas yang sama, dan duduk satu bangku.
Setelah satu tahun berpisah dengan Savana. Reno barulah mau berteman dengan orang lain selain Savana. Dia adalah Geo dan Aldi. Keduanya adalah teman yang asik untuk Reno. Pergaulannya yang tidak sebebas itu membuat Reno nyaman berteman dengan mereka. Meski Geo memilki sifat yang cukup buruk yang berkaitan dengan pengendalian emosinya.
Ya, Geo memang sering lepas kontrol. Dia tak bisa menahan emosi dan bahkan jika cowok itu sedang emosi dan hanya dibiarkan saja. Mungkin akan menjadi lebih parah lagi akibatnya.
Namun terlepas dari itu semua. Reno tak bisa memilih antara Savana ataupun Geo. Mereka sama-sama sahabat yang baik untuk Reno.
Fakta tentang Geo yang membenci kehadiran Savana dan fakta bahwa Savana menyukai Geo memang sebenarnya cukup berhasil mengguncang pikiran Reno. Cowok itu bahkan sampai beberapa kali di buat kalut. Hanya saja, Reno akan tetap berusaha untuk mengendalikan segalanya.
"Lo lagi mikirin apa Ren?" pertanyaan itu berasal dari arah belakang tubuh Reno yang posisinya saat ini cowok itu sedang berada di rooftop sekolah.
Reno sendiri dapat mengenali dengan baik siapa pemilik suara itu meski cowok itu tidak berbalik arah untuk menatap sang lawan bicaranya.
"Gue bingung Al," ujar Reno menjawab dengan suara pelannya.
Benar, itu adalah Aldi.
Aldi berjalan mendekati Reno yang berdiri di pembatas rooftop sembari menatap ke bawah sana yang menampilkan pemandangan luasnya lapangan sekolah.
Cowok itu lalu berhenti dan berdiri di samping kiri Reno. "Bingung soal apa? Savana dan Geo lagi?" tanya Aldi menebak asal. Pasalnya, Aldi rasa tak ada hal lain yang bisa membuat Reno menjadi seperti ini selain hal itu. Dan ternyata, apa yang menjadi tebakan Aldi itu adalah sebuah kebenaran saat Reno terlihat mengangguk tanda membenarkan perkataan Aldi.
"Kenapa lagi soal mereka? Bukannya lo mutusin buat ngikut alurnya aja? Lo tahu sendiri Geo itu sulit dikendalikan. Kalau cowok itu udah mutusin suatu hal, gak akan ada yang bisa ngubah itu, bahkan kita selaku sahabat dia sekalipun," ujar Aldi kepada Reno yang hanya diam saja tak menyahut.
Aldi tahu betul kekhawatiran Reno kepada Savana. Aldi pun juga sama dengan Reno sebenarnya, dia sama-sama sedang mengkhawatirkan perihal Savana. Namun, Aldi juga tahu bahwa rada khawatirnya kepada Savana tak ada apa-apanya dengan rasa khawatir Reno kepada gadis itu.
"Ren, gue tahu lo sayang banget sama Savana. Gue juga tahu lo gak bisa milih antara Savana atau Geo yang akan lebih lo pihak. Tapi meskipun begitu, dua-duanya memang adalah temen lo. Jadi itu memang hal wajar buat lo," ujar Aldi kepada Reno, memberikan sedikit opininya. "Tapi kalo menurut gue pribadi, lo sebenarnya bisa memihak salah satu dari mereka. Pihaklah orang yang menurut lo lebih pantas di bela dan lebih benar untuk itu. Gue yakin lo tahu siapa itu orangnya," lanjut cowok itu lagi.
"Ini bukan lagi tentang kedua temen lo doang Ren, tapi ini juga tentang mana yang salah dan yang bener. Dan sebagai orang atau temen yang baik, bukannya memang akan jadi lebih baik kalo lo lebih memihak ke kubu yang bener? Itung-itung buat nyadarin temen lo yang salah itu, biar dia gak ngelakuin suatu kesalahan yang makin besar lagi," ujar Aldi kembali memberikan opininya. "Semua keputusannya ada di lo sekarang Ren. Terserah lo akan memihak Savana atau Geo. Atau mungkin bahkan gak memihak sama sekali," ujar Aldi menatap Reno serius.
"Yang harus lo tahu cuma satu. Kalau lo bingung memilih karena lo khawatir tentang Geo, gue mohon hilangin rasa khawatir lo itu. Karena gue, yang akan ada di samping Geo, bukan untuk mendukung atau membenarkan tindakannya kepada Savana, tapi untuk berusaha menyadarkan cowok itu," ujar Aldi sekali lagi memberikan wejangan. "Gue lebih lama kenal Geo di bandingkan lo Ren. Dan begitupula lo yang lebih lama kenal Savana daripada Geo dan gue. Jadi, sampai sini gue yakin lo udah tahu dimana seharusnya lo memihak," katanya.
Reno menatap Aldi dalam, kemudian cowok itu menganggukkan kepalanya dengan yakin.
"Gue udah tahu Al, thanks udah gue sadar hari ini," ujar Reno dengan tulus. "Dan gue mohon, jagain Geo baik-baik. Jangan sampai dia lepas kendali dan membahayakan orang lain. Terlebih itu Savana," kata Reno lagi kemudian.
"No problem," jawab Aldi dengan disertai senyuman tipis di bibirnya. "Lo bisa datang ke gue kalo lo bingung akan sesuatu atau sedang butuh bantuan Ren. Gue akan selalu berusaha buat bantu lo," kata cowok itu menutup percakapan mereka.