Saya cuma mau bilang, part ini banyak narasinya. Kalau mau skip, rugi, soalnya ada beberapa penjelasan. Saya sering nemuin pembaca yang bilang, 'loh kok gini? Kok dia bisa gitu? Kok dia gini?' Padahal udah dijelasin lewat narasi. Jadi, jangan sampai diskip. Selamat membaca. Warning! Nggak sempat edit, banyak typo, dan banyak kata yang rancu. Mohon koreksinya, makasih ^_^ * Moralnya sudah rusak, benar-benar rusak sebenarnya. Alden tidak berpikir dua kali ketika menyetujui permintaan Sophia, dia tidak pernah memikirkan bagaimana yang akan terjadi ke depannya. Alden selalu mengesampingkan perasaannya sendiri. Ia berpikir bahwa Naima hanya sosok yang hadir menjadi penghiburnya kala cinta yang ia damba bertepuk sebelah tangan, Naima bukan seseorang dengan status lebih yang mampu memporak-po

