Bab 32

1251 Kata

Hal yang tidak pernah Naima duga, adalah lamaran dari Bara. Sejak awal mereka memang memiliki kedekatan, tapi Naima tak pernah menyangka hubungannya akan sejauh ini. Pagi sekali, Bara bersama rombongan mendatangi rumah Naima, bermaksud untuk melamar wanita itu. Naima sukses dibuat terkejut, namun tak banyak yang dia lakukan selain terdiam. Bahkan, Naima tak tahu berapa banyak menit yang berlalu untuk Bara dan rombongannya menunggu jawab atas lamaran ayah Adeila itu. Kini Bara dan rombongannya tengah duduk di tikar yang telah Naima beberkan. Para rombongan hanya terdiam, sesekali tersenyum, menunggu sampai Naima menjawab. Bara yang duduk tepat di sebelah Naima menunjukkan beludru merah berisi cincin bermata berlian di tengahnya. Cincin sederhana namun terkesan mewah, yang sayangnya tidak b

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN