Siang hari dengan panas yang begitu terik, Naima berdiri di bahu jalan seraya membawa tas besar, berisi pakaian ganti dan juga makanan kecil yang dapat ia makan ketika menunggu sang putra yang masih terbaring di ranjang pesakitan rumah sakit itu. Naima beberapa kali menolehkan kepalanya ke kanan dan kiri, mencari kendaraan yang dapat mengangkutnya ke rumah sakit. Setelah putranya terlelap tidur siang, wanita itu memutuskan untuk segera pulang, mandi dan berganti baju, serta mengambil barang-barang yang barangkali ia butuhkan. Naima mendesah, ia sama sekali tidak mendapati angkutan kosong yang mengarah ke rumah sakit. Padahal Naima harus buru-buru, ia takut kalau putra sematawayangnya itu terbangun dan mencari dirinya. Di mana-mana anak kecil yang terbangun di tempat asing tanpa ditemani k

