Bab 10

945 Kata

Alden berada di rumah sakit sampai pagi. Laki-laki itu benar-benar menunjukkam kepeduliannya terhadap putra Naima. Bahkan saat ini Alden tengah berbincang dengan anak Naima tersebut. "Gimana? Kamu suka kan, sama mainannya?" Tanya Alden dengan senyum lebar yang menambah kadar ketampanannya. Bintang mengangguk antusias. "Banget! Mama nggak pelnah beliin mainan bagus gini. Mobil-mobilannya bisa jalan sendili. Tinggal pake lemot kalau mau buat jalan. Telus lobotnya bisa bicala, bisa jalan juga, kelen banget Papa Om," katanya dengan cadel. Ah, iya. Anak Naima itu sudah lumayan fasih saat berbicara. Sayang sekali, saat ini Bintang belum bisa mengucap huruf R dengan benar. "Kok Papa Om?" Tanya Alden bingung. "Hooh iya. Enak dipanggil gitu. Kan Bintang mau punya satu Papa lagi. Papa Bala!" Ana

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN