CHAPTER 14 (LAST CHAPTER)

1698 Kata

Stella tersenyum kecil saat Vano menyuapinya makanan sampai sendok terakhir. Ia berterima kasih sebelum menerima air dari Vano. Kalau boleh jujur, ia cukup khawatir keadaan Vano yang setiap saat hanya diam. "Aku mau jemput Jevan, di tadi ngerengek minta ketemu bundanya." Kata Vano seraya menyodorkan satu kapsul vitamin untuk Stella. Stella menerima obat itu dan meminumnya sebelum menjawab ucapan Vano. "Hmm.. lagian aku kangen sama Jevan." Balas yang membuat Vano menarik sudut bibirnya. "Aku pamit ya," kata Vano mencium kening Stella dengan lembut. Stella menagkup pipi Vano "maaf ya, aku gak bisa jaga dia. Maaf juga, kalo aku gak bisa lagi ngasih kamu keturunan." Vano menganggukan kepala " gak papa" lirihnya sembari tersenyum tipis. "Aku tau kamu kecewa Vano. Aku gak masalah kal

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN