33. —Yang Terlupakan

1349 Kata

Ini perasaannya atau memang Tama jadi lebih pendiam setelah pulang dari rumah kakek? Nesa melirik suaminya sekali lagi. Tama masih diam dengan secangkir kopi dan frech toast buatannya. Tidak ada komentar apapun tentang makanannya atau apapun. Sejak semalam, Tama menjadi lebih dingin dari yang ia kenal selama ini. Ada apa? Apa karena video itu kembali di ungkit oleh seluruh keluarga jadi Tama merasa kalau ia menjatuhkan marwahnya sebagai suami? Kalau benar begitu ia sudah salah bukan? Nesa berdeham, berniat ingin meminta maaf jika kemarin ia sudah keterlaluan menanggapi para tante dan kakek. Tapi matanya tertuju pada kemeja yang dipakai Tama. Apa Tama tidak menyadari kalau ia memakai kemeja yang belum sempat dibenarkan olehnya? “Mas tunggu aku dulu sebentar,” Nesa bangun dari duduknya l

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN