34. —Awal Mula

1458 Kata

Tangan Tama mencium punggung tangan kakek di depannya. Senyumnya mengembang saat melepaskan tangan, “Kakek bilang Kakek Garu udah punya cucu baru?” Anggaru mengangguk, “Cucu kakek cantik, Tama, kamu mau ketemu?” “Aku diajak kakek kesini untuk ketemu sama adik bayi,” Tama mengangguk. “Tama gak ajak Maha dan Iza?” tanya Anggaru melihat ke belakang Tama, mobil yang berhenti di parkiran itu sudah dikenalnya sebagai mobil Mahendra. “Maha lagi ngambek karena gak jadi dibeliin topeng Iron Man,” Tama menghela napas seperti itu adalah sebuah tragedi besar. Mata Anggaru menyipit, ia berlutut menyamakan tingginya dengan Tama, “Kenapa gak dibeliin? Kakek kamu bangkrut, ya?” “Kalau gue bangkrut lu juga kena imbasnya!” seru Mahendra yang sudah sampai di teras, di dekat Tama dan Garu saling berbica

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN