Pulang dengan kegelisahan, Tuan Putri bernama Sean itu masih memikirkan tentang apa yang terjadi padanya. Sudah jelas tali perselisihan akan mengikat dirinya dan Eishi. Bingung, apa yang akan dia lakukan? Memihak Kerajaannya, atau Eishi orang yang penting baginya. “Apa yang di katakan Eishi tidaklah salah, memang Kerajaan kami menutup mata dengan apa yang terjadi di Desa Nimiyan beberapa bulan yang lalu. Kami bukannya tidak tau, tapi memang sengaja membiarkannya. Kemarahannya itu bukan tidak berdasar,” ujar Sean dalam hatinya. “Tapi apa yang bisa ku lakukan? Jika aku mendukung Ayahanda maka aku sama buruknya dengan dia. Jika aku mendukung Eishi, nama Ayahanda akan tercoreng. Aku sama sekali tidak bisa memilih, meskipun Eishi benar sekalipun. Aku sama sekali tidak memiliki kemampuan untuk

