Pulang

1799 Kata
Cahaya yang menyilaukan lorong gelap itu perlahan memudar, kini aku dapat melihat apa yang ada di hadapanku adalah sesosok pria dengan badan tegap, lebih tegap dari siapapun yang pernah aku temui. Hathor menarik rambutnya yang menutupi wajahnya itu ke belakang, orang itu memperlihatkan wajahnya dengan tangannya yang telah bisa di gerakkan. Hathor kemudian berlutut di hadapanku. “Dengan ini kesetianku adalah milik Tuanku, Ichigaya Eishi.” Gadis Kecil Pengemis yang merupakan Putri Hathor terlihat sangat gembira dengan kesembuhan ayahnya itu, dia sampai tidak sadar menjatuhkan makanan yang ia pegang di tangannya. “Ayah!!!” “Putriku!!!” seru Hathor yang langsung memeluk dan menggendong putri kecilnya itu, drngan bergelimang air mata Hathor memperlihatkan penyesalan terdalamnya pada putri kecilnya itu. “Aku akhirnya bisa menggendongmu lagi, aku merindukan saat dimana kau masih berada di timanganku. Kini kau sudah besar dan ayahmu ini baru bisa menggendongmu lagi. Maafkan Ayah, Gild!” “Tidak! Gild senang, ayah sudah kembali sepenuhnya!” ujar gadis kecil bernama Gild itu sambil menangis di bahu ayahnya. Menyaksikan kedekatan orang tua dan anak selalu membuatku merasa iri, jika saja orang tuaku bisa... “Semuanya!!! Jangan ada yang bergerak atau salah satu dari kalian akan mati hari ini!” seru seorang Bandit yang tiba-tiba masuk ke dalam Gang. Nampaknya para Bandit itu penasaran dengan cahaya yang menyilaukan barusan, tentu saja, tak peduli seberapa banyak aku melihatnya, efek penyembuhan yang di berikan oleh High Potion itu sangat luar biasa. Terlalu mencolok. “Gild, pergilah ke tempat Ibumu,” ujar Hathor. Gadis kecil itu segera pergi membawa makanan yang ia jatuhkan menuju ke tempat Ibunya. Aku segera bergerak melihat apa yang terjadi di depan Gang gelap itu, Hathor dengan tenang mengikutiku dari belakang. Saat aku sudah di depan, seorang Bandit berdiri sambil mengacungkan pedangnya, di belakangnya masih ada beberapa Bandit lainnya, mungkin sekitar belasan bahkan dua puluhan lebih Bandit datang mengepung tempat ini. Cahaya dari High Potion benar-benar mencolok. “Aku bilang untuk tidak bergerak, kenapa kau malah melangkah kemari, apa kau bosan untuk hidup?” ujar Bandit itu. Perlahan Hathor menampakkan dirinya dari kegelapan. Tinggi badannya membuat bandit itu sedikit ketakutan, aku bisa melihat dia memegang pedangnya semakin erat dan langkah kakinya sedikit mundur kebelakang. “Ingin mengambil nyawa Tuanku? Tapi... Ada harga yang tidak akan pernah bisa kau bayar untuk itu,” kata Hathor. Bandit itu ketakutan, kawanannya yang melihat mulai ikut masuk ke dalam Gang, aku pernah melihat kejadian ini di Manga sebelumnya, segerombolan orang mengeroyok satu orang. Aku benar-benar tidak pernah membayangkan hal seperti ini akan terjadi. Bandit yang tadinya ketakutan tiba-tiba tertawa cekikikan dengan cara yang licik, mungkin dia merasa berani karena ada banyak teman yang akan membantunya, tapi Hathor tidak terlihat gentar sedikitpun. “Oy! Jangan menganggap kami enteng, kau pukir bisa melawan kami dengan tangan kosong tanpa terluka?” ujar salah satu Bandit itu. Hathor memiliki Level yang sangat tinggi, tapi para bandit itu menang pada jumlah mereka dan persenjataan mereka yang lengkap. Rata-rata dari mereka memiliki Level 20 dan mereka memegang sebuah pedang. Apa yang harus ku lakukan untuk membantu Hathor? Aku bahkan tidak pernah terlibat dalam pertengkaran sebelumnya, apalagi dengan menggunakan Senjat4 tajam, ini pelompatan level yang tidak masuk akal. “Hathor, jika kau mau kau bisa menggunakan pedangku,” ujarku sambil memberikan pedangku pada Hathor. “Terimakasih Tuan, aku akan mengembalikannya, tapi mungkin tidak akan dalam keadaan bersih,” jawab Hathor. Kepercayaan dirinya sungguh tinggi, dia tau benar bagaimana menghargai kekuatannya itu. Mungkin jika iti Hathor, mungkin dia bisa mengalahkan para Bandit itu. Tapi... Melihatnya memegang pedangku, itu hampir sama melihat seorang pria yang memegang tusuk gigi. Itu sama sekali tidak cocok dengannya. Si4l... Ah! Benar juga, bukankah aku punya Skill Forging Brain yang mampu membuatku menempa sesuatu dalam otakku, aku ingin membantu Hathor memenangkan pertarungan ini, tapi untuk diriku yang masih tidak mampu mengayunkan sebuah tebasan, maka hanya inilah yang aku bisa. “Hathor... Senjata apa yang biasanya kau gunakan dalam sebuah pertempuran?” “Tuanku, Saya biasa menggunakan semua senjata, tapi jika anda menanyakan senjata apa yang paling dominan dan nyaman di gunakan oleh saya, hanya sebuah tombak yang bisa saya pikirkan.” “Kalau begitu... Aku juga akan memikirkannya untukmu. Forging Briain!!!” Aku memejamkan mataku untuk membantuk Fokus, aku membayangkan sebuah tombak, sebuah senjata dengan bentuk panjang dan memiliki ujung lancip dan tajam di ujungnya. Sebuah senjata yang paling cocok untuk digunakan oleh orang tinggi besar sepetti Hathor. Senjata yang terbaik, meskipun harus menguras MP ku sampai kering, namun aku akan memberikan yang terbaik dariku, dan ku harap... Kau Hathor, akan memberikan yang terbaik darimu. Aku mengangkat tanganku ke atas, mencoba meraih sesuatu. Aku telah membayangkan bagaimana senjata itu jatuh ke tanganku, aku hanya perlu membuatnya menjadi nyata. “Dia adalah seorang penyihir, sepertinya dia merapalkan sesuatu untuk membuat sihir serangan terhadap kita,” ujar salah satu Bandit yang suaranya masih bisa ku dengar dengan jelas walaupun saat ini aku sedang fokus. “Maju saja, maka kupastikan kepala kalian akan terbang,” ujar Hathor. Aku bisa merasakannya, benar... Seperti inilah apa yang aku bayangkan. Sekarang!!! “Hathor... Sebuah tombak untuk kau gunakan, sekarang kuserahkan... Pada... Mu...” Nampaknya Hathor segera mengambil tombaknya, untunglah. Jika Hathor tidak mengambil tombak itu, aku khawatir benda berat itu akan jatuh menimpa kepalaku. Saat ini aku sadar aku sedang terjatuh lemas karena aku hampir kehilangan semua MP ku, sayangnya Potion yang ku bawa hanya ada satu, dan itu adalah Potion yang ku berikan pada Hathor. Ah... Harusnya aku membawa lebih. “Seorang Pria dengan sebilah Tombak, adalah sebuah gunung yang tinggi!” “Semakin tajam senjatanya, semakin tinggi kemampuannya, semakin tidak bisa di daki gunung itu. Siapapun dari kalian yang memiliki keberanian untuk mendakinya....” “MAJUUUUUUUUU!!!!!!!” Kalimat yang bagus, setidaknya... Sebelum aku... Kehilangan... Kesadaran... .... Ku. **** Saat aku terbangun, aku sudah ada di sebuah padang rumput. Aku tidak bisa menyaksikan kejadian itu sampai akhir, tau-tau aku sudah ada di tempat ini. Sepertinya MP ku mulai pulih, aku sudah bisa menggerakkan kembali tubuhku. Kuharap aku bangun di dunia yang masih sama dengan dunia yang sebelumnya. Saat aku bangun aku sudah melihat banyak sekali orang ada di sekelilingku, mereka semua adalah para pengemis dari Kota Irishe. Sepertinya kami kabur dari kota, apa yang terjadi pada para Bandit itu saat aku pingsan? Oh benar, dimana Lyod, Torn dan Paman Bern. Kuharap mereka baik-baik saja. Dan ya! Apa yang terjadi dengan Hathor? “Tuan? Anda sudah bangun. Apa anda baik-baik saja?” “Hathor? Aku lega tidak ada sesuatu yang buruk terjadi padamu, kau tampak tidak terluka sedikitpun. Apa kau benar-benar bertarung dengan mereka?” “Saya ragu mengatakannya, tapi... Itu terasa seperti saya sedang menindas mereka.” “Benarkah?” tanyaku sambil tersenyum. “Hahaha... Sayang sekali aku tidak melihatnya, tapi syukurlah kau baik-baik saja.” “Tuan, semua itu berkat Senjat4 yang anda berikan. Ntah kenapa Senjat4 ini sangat cocok untuk saya. Bahkan ini lebih baik daripada senjat4 yang saya gunakan sebelumnya.” “Ichigaya!!! Kau sudah bangun? Akhirnya! Aku sangat khawatir karena kau tiba-tiba pingsan,” kata Lyod yang tiba-tiba menghampiriku. “Aku baik-baik saja sekarang.” “Ichigaya, saat kau pingsan... Kau mungkin tidak menyangkanya, tapi Tuan ini telah menyelamatkan kita dari para Bandit, dia menghempaskan para badjingan itu dengan satu hempasan tombaknya, dia seperti mencabut rumput liar, para Bandit itu sama sekali bukan apa-apa untuk Tuan ini,” ujar Torn. “Hahaha... Seharusnya aku tetap terbangun untuk melihat semua itu sendiri,” jawabku. “Tuan... Saya ingin menanyakan satu hal pada anda, hal ini cukup mengganggu pikiran saya. Saya melihat... Anda seperti menemukan saya bukan karena ketidak sengajaan. Anda seperti sudah tau siapa saya dan seberapa kuat saya, itu sebabnya anda tanpa ragu menolong saya. Apa anda memang benar tau siapa saya sebenarnya?” “Aku benar-benar tidak tau siapa dirimu, tapi aku bisa menilai seberapa kuat dirimu karena aku memiliki kemampuan menilai yang cukup akurat. Karena keyakinaku terhadap kekuatanmu itu, aku membuat keputusan untuk menolongmu. Tentunya aku berpikir kau mungkin akan menolongku setelah itu, jadi... Ini seperti aku memanfaatkan dirimu untuk sebuah keuntungan.” “Jadi begitu.” “Ya! Maafkan aku karena tidak jujur dari awal, seharusnya aku hanya perlu meminta bantuanmu saat itu, bukan membuatmu bersumpah setia.” “Tidak, meskipun benar anda memiliki niat untuk memanfaatkan saya, tapi fakta tentang saya yang telah memberikan kesetiaannya pada anda, itu sudah tidak dapat di pungkiri lagi. Saya akan tetap bersumpah setia pada anda, Tuan Eishi,” jawab Hathor sambil menunduk di hadapanku. Benarkah dia tidak masalah dengan itu? Orang ini levelnya berkali-kali lipat lebih tinggi dariku, bukankah tidak pantas bagiku untuk berdiri di atasnya? Tapi... Jika dia benar-benar memutuskan untuk setia padaku, maka itu akan bagus. “Hathor, kau di ijinkan untuk memberikan kesetiaanmu itu padaku. Mulai saat ini, apakah aku bisa mempercayaimu sebagai tangan kananku?” “Saya siap menerima kepercayaan Tuan terhadap saya.” “Mulai hari ini kau adalah Tangan Kananku,” ujarku. Hathor membungkuk sambil menyentuh dadanya dengan satu tangan, dia memberikan hormat persetujuan. Nampaknya Lyod dan Torn begitu terkesan melihatku mampu mendapatkan seorang tangan kanan super kuat yang bersedia memberikan sumpah setianya terhadapku. Sebuah notifikasi muncul pada tabel layar System yang menyatakan bahwa individu bernama Hathor telah bergabung ke dalam party. Padahal aku tidak sedang membentuk Party apapun, tapi disini di jelaskan bahwa saat bersama kami membagikan Exp pada masing-masing. Itu artinya aku akan mendapatkan sebagian EXP dari hasil pertempuran Hathor, dan Hathor akan menerima EXP dari hasil pembuatan barang dariku. “Tuan, Namaku adalah Torn.” “Dan aku adalah Lyod. Kami berdua adalah teman Ichigaya. Jika terjadinl sesuatu, kuharap kau bisa melindungi kami.” “Torn! Lyod! Apa kalian lupa dengan perasaan yang terakhir kali kalian rasakan? Tidak mampu berbuat apapun karena diri kalian lemah. Memiliki orang kuat bersama kalian bukan berarti itu harus membuat kalian bersembunyi di dalam cangkang. Kalian pun perlu menjadi kuat.” “Dengar ini, meskipun Hathor adalah tangan kananku, tapi aku tidak ingin bersembunyi di balik punggungnya, bagaimanapun aku ingin bertambah kuat juga. Agar suatu hari... Punggungku sendiri akan cukup kuat untuk melindungi seluruh Desa Nimiyan,” sambungku. “Maaf Ichigaya, kau benar.” “Memang seharusnya kita harus tumbuh kuat, bersama kita akan melindungi desa, kita akan menjaga punggung kita masing-masing. Bukankah begitu seharuanya,” kata Torn sambil tersenyum. “Benar, begitulah seharusnya.” Paman Bern datang dan memintaku membuat keputusan untuk para pengemis yang sudah melarikan diri dari Kota, mereka juga tidak mungkin dibiarkan berkeliaran di luar gerbang atau tinggal di hutan. Tapi aku sudah memikirkan apa yang harus kulakukan untuk semua. “Siapapun yang bisa mendengarku maka dengar ini baik-baik!” teriakku. Para orang-orang di sekitarku mendengarnya dan menolehkan pandangan mereka semua ke arahku. “Mari pulang! Ada hal yang menunggu kita di depan sana,” ujarku sambil tersenyum. Kami datang tidak dengan tangan kosong, pulang pun harus begitu. ***
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN