Bukannya bergidik ketakutan, namun Vargas malah menertawakan ucapan Penyihir Agung Vallas. “Hahaha, benar-benar lelucon yang bagus, Paman. Aku tidak pernah tau kalau kau memiliki selera humor yang begitu tinggi, padahal usiamu sudah tidak lagi muda. Baru kali ini kau membuatku tertawa dengan omongan kelakarmu itu.” “Omongan kelakar? Kau hanya tidak tau dengan apa kau akan berhadapan. Aku sudah melihatnya sendiri, orang itu adalah mimpi buruk bagi seorang penyihir sepertiku.” “Apa maksudmu, Paman Vallas?” “Ichigaya Eishi. Pemuda yang ku bilang bahwa dirinya begitu misterius, pria itu bagiku... Adalah sebuah mimpi buruk, ancaman yang berbahaya. Dia mungkin terlihat seperti pemuda pada umumnya, namun, dia memiliki begitu banyak rahasia.” “Salah satunya adalah, dia memiliki mantra untuk m

