Seratus Dua Belas

1466 Kata

Setelah menyelesaikan jadwal prakteknya, waktu sudah menunjukkan pukul sembilan malam. Raiz sudah melepas snelli dokternya dan hanya mengenakan kemeja fit body dengan celana bahan yang tampak sangat pas dengan tubuh, membentuk kakinya kian jenjang. Dia berdiri di depan ruang rawat salah satu pasien bernama Zara yang sempat masuk UGD tadi, ya pasien yang dibawa oleh Anggita dan diakui anak olehnya. Raiz tengah menimbang, perlukah dia menemui Anggita sekarang? Atau nanti saja? Di tengah kerisauannya, pada akhirnya dia memutuskan membuka pintu itu, namun ketika tangannya menyentuh handle pintu, pintu berwarna putih itu pun terbuka hingga Raiz terkejut, lalu dia saling tatap dengan Anggita yang tampak ingin keluar. Anggita sudah mencangklong tas di bahunya, dia menatap Raiz lalu melempar

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN