Anggita meminta Melissa ke ruang kerjanya. Melissa memang bekerja setengah hari setiap harinya. Karena adik dari Erika itu sudah mulai sekolah di day care yang juga menjadi tempat penitipan anak selama dia bekerja. Anggita melirik jam ketika Melissa mengetuk pintu ruangannya dan masuk ke dalam ruang kerjanya yang sudah direnovasi dengan sangat bagus, ruangan itu tampak lebih besar dan megah. “Ada yang bisa saya bantu, Bu Anggita?” tutur Melissa bersikap sopan. Anggita hanya mendengus. “Duduk,” titahnya merujuk pada sofa di ruangan tersebut. Melissa pun tersenyum miring dan duduk di sofa itu. Anggita memutari mejanya dan duduk di sebelah Melissa. “Ada yang mau aku bicarakan sama kamu,” tutur Anggita. “Ya, bicara aja kali,” ujar Melissa sambil menatap mata sahabat sekaligus atasann

