Seratus Enam Belas*

1811 Kata

Anggita sudah membahas tentang pernikahan dengan Raiz secara lebih matang. Ini kali pertama Raiz menikah, dia ingin mengadakan resepsi meski tidak terlalu besar. Dia ingin semua kerabat terdekatnya hadir. Acara pertemuan keluarga belum dilakukan, Anggita kini mengunjungi makam Bella, dia memakai kemeja dengan belt di pinggang, tas dan sepatu berwarna hitam, juga celana bahannya. Dia melepas kaca mata hitam yang membingkai matanya. Memunajatkan doa untuk putrinya tercinta. Dia kemudian duduk dan mengusap batu nisan yang tertulis nama putrinya. “Bella, mama mau menikah dengan dokter Raiz, boleh kan Nak? Izinkan mama menikah lagi ya, Sayang, mama enggak akan melupakan Bella sedetik pun,” tutur Anggita seraya menunduk dalam. Dia seolah berdialog dengan Bella lebih intens dalam hatinya. L

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN