Seratus Lima Belas

1808 Kata

Raiz sudah memarkirkan kendaraan yang dibawanya, Anggita meninggalkan bunga dalam mobil dan mengambil trolli, tepat ketika mereka masuk ke dalam toko besar tersebut, hujan turun sangat lebat, disertai angin yang kencang, orang-orang memasuki toko itu. Anggita masih mengambil banyak makanan yang merupakan bolu, anak-anak panti sangat suka bolu ini. Dia juga mengambil yogurt dan s**u hingga trollinya hampir penuh. Sudah satu jam lebih mereka di dalam toko, namun hujan tak juga reda. Manager toko menghampiri kasir. “Kita tutup lebih awal ya, ada kabar badai mengarah ke sini,” ucapnya, Anggita menatap manager toko tersebut. “Badai?” tanya Anggita. Manager itu mengangguk. “Iya Bu, hujan terlalu deras, banyak pohon tumbang dan di bawah sudah mulai banjir, apa ibu datang dari luar kota?”

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN