Seratus Dua Puluh Tiga

1815 Kata

Anggita seolah tersadar ketika klakson nyaring bunyi dari kendaraan yang berada di belakangnya. Dia pun melajukan mobil yang dia kendarai karena lampu rambu lalu lintas telah berubah menjadi warna hijau yang menandakannya harus segera jalan. Dia kemudian menepikan mobilnya, mencari sosok gadis kecil berseragam sekolah dasar itu, namun sepertinya anak itu telah pergi. Anggita masih merasa apakah dia bermimpi? Dia mencubit pipinya sendiri, terasa sangat sakit. Lalu ponselnya berdering, dia masuk ke dalam mobil dan menerima panggilan itu. Gladys menanyakan keberadaannya. Dia berkata akan tiba sedikit terlambat. Anggita melajukan mobil menuju kantor, hari ini ada meeting penting yang akan membahas mengenai bonus karyawan, omset tahunan dan juga benefit agar bisa memudahkan menghitung k

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN