Seratus Dua Puluh Enam

1607 Kata

Anggita bersenandung riang di ruang kerjanya, dia mengerjakan segala pekerjaan dengan perasaan yang gembira. Melissa masuk ke dalam dan menyerahkan berkas untuknya. Wanita itu menyipitkan mata melihat wajah sahabatnya yang berseri-seri. “Ada yang lagi happy nih?” goda Melissa. Anggita melirik ke arahnya dan mengangguk senang. “Kamu tahu enggak? Aku sudah bertemu Bella dan aku akan segera mengadopsinya,” tutur Anggita. “Anak kecil yang mirip Bella itu?” tanya Melissa. “Ya dia memang Bella,” ujar Anggita sambil tersenyum lebar. Melissa mengernyitkan keningnya. Lalu dia menarik napas panjang. “Orang tuanya ada? Setuju dia akan diadopsi?” tanya Melissa, mengalihkan pembicaraan karena dia tahu tak mungkin sosok anak itu adalah Bella yang telah tiada. “Ada, tapi belum tahu sih setuju

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN