Anggita membuat sarapan dengan wajah berseri, dia sangat senang, merasa bahwa Bella hidup kembali dan tinggal bersamanya. Raiz yang sudah mandi itu menghampirinya di dapur dan memeluk sang istri dari belakang, yang memasak sambil bersenandung. “Hai,” sapa Raiz, mengecup pipi Anggita. Anggita membalas mengecup pipi Raiz dan tersenyum lebar padanya. “Masak apa?” tanya Raiz dia benar-benar yakin Anggita bahagia dengan apa yang terjadi saat ini. “Aku buat capcay, omelette, makanan kesukaan Bella,” ucap Anggita membuat Raiz menegang seketika. “Bella?” “Iya,” ucap Anggita. Raiz hanya tersenyum tipis dan mengusap kepala Anggita. “Donna belum bangun?” tanya Raiz. Anggita melirik sinis pada suaminya, lalu lanjut memasak makanan untuk mereka sarapan. Anggita menyajikan di meja makan,

