Kondisi di dalam kelas mulai tak kondusif karena pria itu selalu menyentuh lengan, jari wanita saat menjelaskan pelajaran pagi ini. Tak hanya Rena dan Amanda yang risi, tetapi mahasiswa lain juga. Dalam kelas tersebut hanya Amanda yang tidak dicolek oleh Betrand sampai mata kuliah selesai. Begitu pria itu keluar dari ruangan, spontan satu kelas ribut membahasnya. "Gila ya! Tua-tua tidak mengerti sopan santun." "Wih, ingin sekali aku rasanya kasih pukulan." "Mana masih dua kali lagi kita bertemu dengannya. Duh, aku mau muntah melihat sikapnya." "Haha, mending kalau tampan ya?" Amanda mendengar obrolan itu dari teman-teman wanitanya. Sementara teman prianya hanya bisa tersenyum. "Sst, Amanda!" Panggil seseorang di belakangnya. Saat Amanda menoleh, pria itu berusaha menakuti dia, tapi

