Sesampainya mereka di sebuah pusat perbelanjaan, Amanda bingung tujuan Thomas ke sana untuk apa? Pria itu memilih mampir di pusat perbelanjaan rakyat yang super ramai, letaknya dipinggir jalanan mirip seperti pekan mingguan. Thomas mampir ke sebuah warung penjual buah dan membeli buah yang sudah dipotong-potong. Satu wadah saja untuk teman mereka berjalan sambil melihat-lihat. Air dari buah itu diharapkan bisa membuat leher basah kemudian membuat mereka semakin berenergi. “Thomas, kenapa kau bawa ke sini?” “Apa kau pernah ke pasar ini?” “Belum, ayah tidak pernah sempat menemaniku pergi ke pasar traditional yang ada di sini,” jawab Amanda. “Hmm, harusnya kita ke sini jauh lebih cepat, sebab harganya di sini murah-murah.” “Serius?” Amanda tidak percaya itu kemudian Thomas membawanya

