Thomas berjalan mendekatinya lagi, merogoh kunci dalam kantungnya dan memberikan benda itu pada Amanda. “Aku hanya mengatakan kebenarannya. Terserah padamu mau percaya atau tidak. Kalau kau memang memintaku pergi, bukakan pintunya,” pinta Thomas. Amanda mengambil kunci itu kemudian membuka pintu dengan lebar. “Sudah,” sahutnya dengan nada rendah. Thomas berjalan ke arah pintu, berdiri di depannya dan memandangnya kecewa. Amanda yang dikenalnya memang sudah berubah. Begitu Thomas keluar, Amanda langsung menutup pintu dan berdiri di belakang pintu. Menyandar dengan posisi tangan meremas rambutnya sendiri. Tidak lama kemudian, Amanda mendengar suara tabrakan yang amat kuat. Bruk! Wanita itu pun langsung terkejut, pikirannya mengarah pada Thomas yang mungkin saja tertabrak mobil di jala

