“Ayolah, kau harus mengunjungi kelab di sini. kita hanya sebentar.” Mark memaksanya. Amanda pun ikut turun dan jalan bersama ke dalam. Mark memegang tangan Amanda sampai menemui teman-temannya. “Hei, Mark!” sapa beberapa pria di sana. Mark melambaikan tangan kemudian membawa Amanda ke sana. “Aku akan memperkenalkanmu pada teman-temanku.” Amanda hanya diam saja dan tidak banyak bicara. Tangannya digenggam oleh Mark kemudian diajak duduk. “Mark, bukannya kau bilang hanya sebentar?” tanya Amanda. “Ayolah, Sayang. Mumpung kita di sini, duduk dulu.” Mark menarik tangan Amanda dengan paksa sampai terduduk. “Wah, dia kekasih barumu?” tanya teman-temannya. “Ya, meski Amanda belum menjawabnya, aku yakin Amanda tidak menolak aku. Hanya sedikit malu,” jawab Mark percaya diri. Amanda merasa t

