“Lebih kuat lagi, bayangkan kalau penjahat itu adalah orang-orang yang telah merundungmu, Amanda!” perintah Thomas. Amanda pun menggelorakan hatinya untuk membalaskan dendam pada mereka yang pernah menyakiti hatinya. Amanda memukul dengan tenaga ekstra sampai Thomas bisa merasakan kekuatan itu. “Terus!” pinta Thomas. Amanda memukul Thomas yang masih bisa mengelak dan melemahkannya. “Ah, Aku payah! Kenapa selalu kalah darimu?” tanya Amanda. “Kau boleh bersemangat, meluapkan semua amarah, tapi kau juga perlu fokus mencari celah agar bisa memukul di bagian terlemah lawanmu,” bisik Thomas pada wanita yang terengah-engah itu. Amanda mengangguk, menutup mata sejenak, lalu bersiap melakukannya lagi. Thomas berada di hadapannya, siap menerima serangan Amanda. Buk bak buk! Pukulan Amanda se

