Frengky mengajak Thomas berbincang perihal kedekatannya dengan Amanda. Pria itu tidak ingin kalau putrinya terjebak pada permainan lelaki tidak beres. “Dari mana asalmu?” tanya Frengky. “Saya dari Amerika latin, tepatnya Meksiko.” Frengky menaikkan alis, cukup jauh sekitar 9102 kilometer jaraknya dan berbeda pulau. Frengky tersenyum tipis. “Sejauh itu, apa kau punya kegiatan di sini?” tanyanya. “Ya, saya mengurus usaha di sini,” jawab Thomas. “Usaha apa?” tanya Frengky balik. Amanda pun tidak tahu kalau Thomas adalah seorang pengusaha, tampangnya masih sangat muda, dia kira Thomas adalah anak kuliahan juga. “Usaha minuman, tidak besar, tapi lumayan ramai,” jawabnya. “Ah, kau punya tempat seperti kafe, begitu?” Thomas mengangguk, “Ya, Pak.” “Oke, bagus. Kita sebagai pria memang ha

