Thomas menunggu sampai semua mendapatkannya dan berharap dia tidak mendapatkan bagian. Sakra melihat Thomas tidak bergeming sedikit pun dari tempatnya di saat semua sudah mulai dibagikan porsinya masing-masing. Sakra mengajaknya. "Ayo, kita ke sana!" ajaknya. "Pergilah! Aku di belakang saja." Thomas menolaknya. "Thomas, ayolah,nanti kau tidak dapat bagian." Thomas melepaskan tangan Sakra dan menyuruhnya pergi. “Ambil bagianmu dan tidak perlu memikirkan bagianku.” “Kalau begitu aku di sini saja, menemanimu.” Thomas tertawa renyah. “Untuk apa kau pikirkan aku? aku tidak akan luluh padamu, meski kau masih menyukaiku.” “Kau jenis serigala jantan tak berhati,” ujarnya. “Menurutmu begitu?” “Hmm.” Bibirnya tertarik tegas. “Kalau begitu anggap saja seperti itu selamanya dan kau bisa cari

