Satria terus menatap kalung yang muncul dengan sendirinya di leher Fely Tsu.
Satria bahkan tidak menyadari kalau dilengannya juga sudah ada gelang berwarna hitam melingkar di pergelangan tangannya.
Saat Satria mendengar desahan Fely, gairah Satria kembali berkobar. Satria mulai perlahan-lahan memompa.
Batangnya keluar masuk menggesek dinding goa terlarang Fely Tsu.
Mula-mula lembut hingga akhirnya kocokan menjadi agresif akibat nafsu Satria sudah menguasai akalnya.
Fely Tsu mendesah ke enakan, sudah tidak ada lagi rasa sakit di bagian selangkangannya. Yang ada hanyalah kenikmatan yang sebelumnya belum pernah di rasakan.
Satu jam berlalu!.
"Percintaan kedua insan akhirnya mencapai pelepasan.
Karena lelah, Fely Tsu langsung tertidur dalam ke adaan telanjang.
Sedangkan Satria terus memikirkan kejadian yang di alami barusan.
Satria ikut tebaring sambil mengelus rambut tebal Fely Tsu. Hingga akhirnya dia juga terlelap dalam tidur.
Di pagi hari, Fely Tsu mulai terbangun. Dia menggerakkan tubuhnya namun terasa berat dan ada rasa sakit di bagian bawah nya.
Saat ini mata Fely Tsu sudah terbuka. Hal yang paling pertama di lihatnya adalah adanya seoran Pria dalam ke adan telanjang tarbaring dengan posisi menyamping dan memeluknya.
Fely Tsu langsung bangkit berteriak dan menangis histeris.
Satria terbangun saat mendengar suara teriakan dan tangis Fely Tsu. Fely Tsu dalam keadaan masih telanjang bangit berdiri, kemudian menendang Satria tanpa ampun.
Satria hanya pasrah menerima pukulan bahkan tendangan dari Fely Tsu. Dia bahkan tidak menghindar. Karena dia tau, Fely Tsu saat ini sedang emosi. Apa lagi baru saja kehilangan kesuciannya.
Karena lelah sehabis memukul Satria, Fely Tsu akhirnya berhenti. Fely Tsu duduk sambi mengis di sudut dinding ruangan.
Dia menangisi nasibnya saat ini. Sedangkan Satria tidak tau bagaimana cara medekati dan menghiburnya.
Saat ini, Suasana hati Fely Tsu mulai tenang dan sudah berhenti menangis.
Fely menatap Satrya dengan ekspresi membunuh. Kemudian bangkit memakai pakaiannya.
Sebelum Fely Pergi dia menatap Satria dan menanyakan nama Satria.
Satria juga langsung menyebut namanya memperkenalkan diri.
Saat Fely Tsu sudah ingin beranjak keluar, Satria dengan tidak tau malu menahan denga cara memegang tangan Fely Tsu.
Satria dengan ke tidak tau malu nya berkata agar Fely Tsu mau membawanya pulang, dengan alasan dia baru tiba dikota ini dan belum punya tempat tinggal.
Lalu apakah Fely Tsu dengan mudah mau begitu saja?" Tentu saja tidak. Justru saat ini mata Fely Tsu sudah sangat ber api api. Kalau saja tatapan bisa nembakar, maka tentu Satria suda hangus terbakar saat ini juga.
Fely Tsu menepis tangan Satria kemudian bergegas keluar dari kamar hotel.
Lalu bagaimana dengan Satria, apakah dia tinggal saat Fely Tsu keluar dari kamar?
Tentu saja tidak. Saat Fely keluar dan sudah berada di jalan menunggu taksi, Satria dengan wajah tebal dan tidak tau malu berdiri di samping Fely Tsu.
Satria tersenyum nelihat wajah dingin Fely Tsu. Menurut Satria dalam ke adaan marah saja wanita ini tetap masih sangat cantik, apalagi kalau mungkin sedang tersenyum. Dia pasti akan lebih mempesona lagi.
Melihat Pria di sampingnya sedang sanyam senyum, emosi Fely Tsu membara dia ingin memaki tapi dia urungkan niat untuk memaki.
Saat melihat mobil taksi sudah berhenti di depannya.
Dia tidak peduli lagi Pria itu dan langsung masuk kedalam taksi.
Hanya saja, ketika Fely Tsu mengira sudah lolos, tiba tiba matanya terbuka lebar dan mulutnya terbuka lebar akibat tercengeng. Karena entah masuk lewat mana, ternyata justru satria sudah lebih dulu duduk didalam mobil.
Lalu apakah Fely Tsu keluar dari mobil? Tentunya tidak mungki. Karena dia tercengeng terlalu lama. Bahkan ketika sopir taksi menanyakan tujuan, justru dijawab oleh Satria.
"Waktu berlalu cepat..."
Satria sudah genap 5 hari tinggal di Villa pribadi Fely Tsu cuma bermalas malasan. Selama 5 hari ini, satria hanya melakukan pekerjaan rumah.
mulai dari menyapu, mengepel mencuci dan memasak. Meski Fely Tsu tidak pernah mau bicara dengannya, namun Satria tidak ambil pusing.
Saat ini, satria sudah seperti layaknya seorang pembantu. Kalau saja ada anak buahnya yang melihat, entah apa yang mereka pikirkan.?
Seorang Jenderal mengerjakan pekerjaan rumah layaknya seorang pembantu!..." sungguh ironis!..sulit masuk di akal.
Saat siang hari, setelah selesai memasak. Satria bergegas keluar dari rumah dan menuju ke perusahaan dimana Fely Tsu bekerja.
Satria menggunakan sepeda motor matic milik Fely Tsu.
Saat tiba diperusahaan Satria terkejut melihat security terkapar bersimbah darah.
Naluri satria mengatakan kalau saat ini Fely dalam bahaya!
Ketika satria sudah tiba di pintu masuk perusahaan, hawa membunuh Satria berkobar saat melihat lebih dari 50 orang pria berbadan kekar berdiri menghalangi jalannya.
Satria samakin yakin kalau wanitanya sedang dalam bahaya.
Tanpa basa basi Satria bergerak menerobos ke kerumunan dan memberi pukulan demi pukulan. Setiap pukulan yang di layangkan Satria, hanya ada teriakan kesakitan yang terdengar.
Bagaimana tidak, kurang dari 10 detik pria berbadan kekar yang jumlahnya lebih dari 50 orang terkapar dengan patah kaki dan juga tangan.
Kariawan dan kariawati menyaksikan adegan ini tercengeng. Namun Satria tidak tidak peduli. dia hanya khawatir dengan keadaan Fely Tsu saat in.
Karena Satria belum tau posisi ruangan Fely Tsu, dia bergegas ke arah resepsionis dan menanyakan posisi ruangan Fely Tsu.
Wanita yang bekerja sebaga resepsionis itu langsung bekerja sama dan memberitahukan posisi ruangan Ceo.
Tidak ingin menunggu lama, Satria bergerak cepat naik ke lantai 7 mencari ruangan Fely Tsu.
Ketika Satria sampai di lantai 7 ternyata masih ada banyak orang yang sedang berjaga.
Pengawal yang sedang berjaga melihat kedatangan Satria langsung bergerak menyerbu, Satria juga langsung berubah menjadi bayangan memberi pukalan."
kurang dari 5 detik!... sekitar 30 orang terkapar bersimbah darah, bahkan lebih dari setengahnya pingsan di tempat.
Satria melihat pintu ruangan bertuliskan Ceo sedang tertutup merasa tidak nyaman dihatinya.
Didalam ruangan Fely Tsu, Seorang pemuda ber usia awal 23 tahun sedang duduk di sofa sambil nenghisap rokok dengan tidak sopan.
Sedangkan Fely Tsu masih mempertahan kan wajah dinginnya menatap pria yang sudah kesekian kalinya di tolak olehnya.
Pria ini bernama Oscar Heriawan.
Dia adalah pewaris keluarga Heriawan dimasa depan.
Keluarga Heriawan adalah keluarga bangsawan di kota Amora. Bisnis yang mereka kelola tidak lah sedikit. Nilai kekayaan dari keseluruhan aset sekitar 200 triliun rupiah.
Oscar juga merupakan senior Fely Tsu di kampus saat ini.
Karena setelah Fely Tsu lulus strata satu di fakultas jurusan Desainer perhiasan. Fely Tsu melanjutkan studinya dengan mengambil jurusan manajemen untuk strata 2 nantinya.
Karena kejeniusannya, Fely Tsu hanya tinggal 6 bulan lagi sudah bisa menyandang gelar magister manajemen di usia 20 tahun 6 bulan.
Oscar Heriawan mulai mengejar Fely Tsu saat Fely Tsu berhasil mendirikan Perusahaan dengan kemampuannya sendiri. Oscar begitu terobsesi dengan kejeniusan dan kecantikan Fely Tsu.
Tuan Besar di keluarga Heriawan bahkan pernah turun tangan langsung melar untuk cucunya dengan mahar uang tunai 30 triliun rupiah.
Hanya saja masih tetap ditolak oleh Fely Tsu. Dan karena hal ini lah Oscar emosi dan ingin mengambil jalan pintas seperti sekarang ini.
Dan pada saat ini,rokok di tangan Oscar sudah habis. Dan itu artinya, waktu yang di berikan bagi Fely merubah keputusan dan mau menikah dengannya sudah habis.
Oscar bangkit mulai melepas Jas kemudian ikat pinggang sambil berjalan ke arah Fely Tsu.
Sedangkan Fely Tsu sudah mulai ketakutan ketika melihat Oscar sudah mendekat.
Oscar terkekeh melihat wajah ketakutan Fely Tsu. Batang k*********a bahkan sudah berdiri tegang saat ini.
Pada saat jarak antara oscar dan Fely Tsu tinggal 2 meter, pintu ruangan di tendang dan terbang menghantam Oscar Heriawan. Menyebabkan oscar terbang menghantam dinding dan langsung pingsan di tempat.
Fely Tsu sangat terkejut dengan kehadian ini. Namun saat melihat siapa orang yang sudah merusak pintunya, dia tidak tahan untuk tidak mengerutkan kening. Suasana hatinya terasa sangat rumit saat ini.
Fely Tsu tidak tau apakah akan marah dan memaki Satria karna begitu ceroboh merusak pintu ataukah harus beterimakasih karena selamat dari pelecehan Oscar.