77. Kelelahan yang Terakhir

1702 Kata

Ershinta tengah mengemudikan mobilnya, ketika mendapat panggilan telepon dari Keilana. “Mbak? Masih di rumah sakit?” tanya Keilana, terdengar suara panik dari seberang sana. “Sudah pulang, ini sudah masuk gerbang. Dokternya cuti ternyata, jadi baru bisa periksa minggu depan. Ada apa?” tanya Ershinta. “Mbak cepat ke rumah! Marsha mau diperkosa mas Valdo!” tukas Keilana. “HAH!!!” ujar Ershinta yang cukup terkejut, Tiana dan Satria yang ada di dalam mobil itu pun ikut kaget. “Kamu telepon polisi sekarang!” ujar Ershinta yang menatap nyalang pada jalanan di depannya. “Mbak? Mbak, serius?” tanya Keilana. “Sangat serius!” ujar Ershinta, menekan pedal gas kuat-kuat hingga suara bannya berdecit. Dia melajukan mobil dengan kecepatan tinggi dan berbelok dengan sangat akurat. Hanya butuh waktu

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN