78. Babak Belur

1658 Kata

“Bagaimana?” tanya Tiana ketika anggota keluarganya tiba dengan wajah kelelahan yang kentara. Keilana menatap ibunya dan menggeleng pelan, “untuk saat ini sih cecunguk itu sudah diamankan di kantor polisi dan berkasnya akan dikirim ke kejaksaan,” ucapnya. “Tapi ayah enggak yakin berkas itu sampai ke kejaksaan, kamu lihat sendiri tadi berapa banyak orang yang dihubungi keluarganya,” geram Satria sambil masuk ke dalam rumah, dia kemudian membalik tubuh dan menatap Marsha serta Ershinta bergantian. “Kalian mandi lalu istirahat ya, lihat wajah kalian sangat kelelahan,” tutur Satria. Marsha mengangguk, “Bu, anak-anak rewel enggak?” tanya Marsha. “Enggak sama sekali, mereka sepertinya sangat pengertian,” jawab Tiana. Marsha pun hanya bisa mengedipkan mata beberapa kali, tubuhnya memang tera

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN