Aksa tidak tahu ini sudah berapa jam Nara tak sadarkan dirinya. Bahkan botol infuse Nara sudah diganti dua kali tapi wanita itu belum juga sadar dari pingsannya yang membuat Aksa semakin khawatir dengan kondisi Nara saat ini. "Kamu Pras?" "Bukan tante, saya Aksa." "Kekasih Nara?" Aksa mengangguk pelan. “Saya senang jika Nara saat ini sudah bahagia dan perlahan-lahan melupakan masa lalunya dengan Bharga.” Aksa berpikir, siapa Bharga yang dimaksud? Apakah ia laki-laki yang telah menghancurkan Nara? “Kamu belum tahu? Nara belum menceritakan ke kamu? Kalau dia hampir menikah dengan Bharga, anak saya.” Deg! Betul dugaan Aksa, dan mendengar itu saja sudah membuatnya marah. Bagaimana ibunya Bharga bisa meminta bertemu Nara hingga membuat Nara terjatuh pingsan? “Tapi, Bharga menghancurka

